SURABAYA - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menempatkan pemberdayaan perempuan prasejahtera sebagai pintu masuk sebelum pembiayaan usaha diberikan.
Pendekatan ini membuat layanan keuangan PNM tidak berhenti pada penyaluran modal, tetapi berlanjut pada proses pendampingan yang membentuk kemandirian usaha dan ketahanan ekonomi keluarga.
Baca juga: Sisternet XLSMART Kucurkan Rp200 Juta, Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Ekspor
Skema tersebut kembali dijalankan melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang digelar di Surabaya, Senin (26/1/2025).
Sedikitnya 500 nasabah perempuan hadir mengikuti pelatihan, mulai dari literasi keuangan hingga keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan dalam usaha harian.
Di wilayah kerja PNM Cabang Surabaya, program ini ditopang jaringan 166 kantor unit, terdiri dari 14 unit ULaMM dan 152 unit Mekaar yang tersebar di tujuh kabupaten/kota dan menjangkau 128 kecamatan.
Jaringan ini memungkinkan PNM mendampingi nasabah sejak belum memiliki usaha hingga mampu mengelola bisnis yang stabil dan berkelanjutan.
PKU Akbar Surabaya dibuka dengan coaching clinic interaktif bersama Pendamping Usaha Mikro dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur.
Baca juga: Kajian Akhir Tahun ICMI Jatim, dari Sertifikat ke Pasar Global: PR Ekonomi Halal Jawa Timur 2026
Nasabah mendapat pendampingan soal legalitas usaha, termasuk konsultasi pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal. Kelas memasak dan kerajinan tangan juga digelar dalam format praktik langsung.
“Sebelumnya saya berjualan tanpa tahu cara mengurus izin atau menghitung untung-rugi. Setelah ikut PKU Akbar, saya lebih paham dan percaya diri mengembangkan usaha,” kata salah satu peserta, pelaku usaha Nastar Semanggi (NAGI).
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, mengatakan pendampingan menjadi pembeda utama PNM di industri keuangan.
“Pembiayaan akan memberi dampak lebih besar jika berjalan bersama pendampingan yang konsisten. PNM hadir sebagai mitra tumbuh, bukan sekadar pemberi modal. Melalui PKU Akbar, nasabah belajar dari para ahli sekaligus dari pelaku usaha lain yang sudah berkembang, sehingga mereka lebih siap naik kelas,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan juga diisi talkshow bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta bazaar yang menampilkan 20 UMKM binaan.
Agenda ini membuka ruang promosi sekaligus memperluas jejaring usaha bagi perempuan prasejahtera yang tengah membangun masa depan ekonomi keluarganya.
Editor : Alim Perdana