ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

IPNU Surabaya Sesalkan Penolakan Doa Bersama Umat Kristen di Kota Pahlawan

avatar Diday Rosadi
  • URL berhasil dicopy
Sekretaris PC IPNU Kota Surabaya, M. Ayatullahil Ulya. foto: dok.ipnusby.
Sekretaris PC IPNU Kota Surabaya, M. Ayatullahil Ulya. foto: dok.ipnusby.

SURABAYA - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Surabaya menyampaikan pernyataan sikap terkait adanya penolakan terhadap warga Kristen Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Wiyung, yang hendak melaksanakan kegiatan doa bersama secara Kristen di Perumahan Graha Sunan Ampel, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya.

Sekretaris PC IPNU Kota Surabaya, M. Ayatullahil Ulya, menyampaikan bahwa pihaknya menyesalkan terjadinya penolakan tersebut. Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi mencederai nilai-nilai toleransi, kebhinekaan, serta semangat hidup berdampingan yang selama ini menjadi kekuatan sosial masyarakat di Kota Surabaya.

“Kami menyesalkan adanya penolakan terhadap kegiatan doa bersama tersebut. Karena berpotensi mencederai nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan yang selama ini menjadi fondasi kehidupan sosial masyarakat Surabaya,” kata Ulya, dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).

M. Ayatullahil Ulya menegaskan bahwa kebebasan beragama dan menjalankan ibadah merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945. 

“Oleh karena itu, tidak ada pihak yang berhak menghalangi warga negara dalam menjalankan keyakinan dan ibadahnya selama dilakukan secara damai dan tertib,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa konsep “Kampung Madani” atau “Kampung Pancasila” yang dijulukan kepada wilayah tersebut seharusnya menjadi ruang peradaban masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, toleransi, serta saling menghormati antarumat beragama. Bukan justru menjadi ruang eksklusif yang menutup keberagaman.

“PC IPNU Kota Surabaya mendorong kepada pemerintah kota Surabaya bersama unsur RT, RW, kelurahan, dan kecamatan di wilayah Wiyung untuk melakukan mediasi serta pembinaan kepada masyarakat. Langkah ini sangatlah penting agar peristiwa serupa tidak terulang kembali serta memastikan setiap warga mendapatkan perlindungan dalam menjalankan aktivitas keagamaannya,”ungkapnya.

Lebih lanjut, M. Ayatullahil Ulya mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama dengan mengedepankan dialog dan menghindari sikap intoleransi yang dapat merusak persatuan bangsa.

“Sebagai organisasi pelajar di lingkungan Nahdlatul Ulama, PC IPNU Kota Surabaya berkomitmen untuk terus merawat nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, menjaga semangat toleransi, memperkuat persaudaraan kemanusiaan, serta merawat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat,” pungkasnya.

Editor :