SURABAYA - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), subholding dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang berfokus pada pengelolaan terminal nonpetikemas, berkomitmen untuk mendorong penguatan ekspor produk Indonesia di pasar global. Hal ini ditunjukkan dengan pertumbuhan komoditas ekspor yang dilayani di Branch Jamrud Nilam Mirah, Surabaya.
Branch Manager Pelindo Multi Terminal Branch Jamrud Nilam Mirah, Muh Junaedhy menyampaikan bahwa berbagai wilayah di sekitar Jawa Timur ini memiliki potensi besar untuk mengembangkan produk lokal yang memiliki nilai ekspor yang tinggi.
Baca juga: Polda Jatim Nyatakan Mudik hingga Takbiran di Jawa Timur Berjalan Kondusif
“Trafik komoditas ekspor sampai dengan bulan April 2025 yang dilayani di Terminal Jamrud mencapai 201.785 Ton/M3, tumbuh 31% dibandingkan periode yang sama di tahun 2024 yang sejumlah 87.360 Ton/M3. Komoditas yang diekspor tersebut meliputi: bungkil kopra, barite, mill scale, Palm Fatty Acid Distillate (PFAD), pyrophyllite, wood chip, dan lain sebagainya,” ujar Muh Junaedhy.
Baca juga: Polda Jatim Siap Amankan Lebaran 2026: Terjunkan 16.326 Personel, Siagakan 238 Pospam
Komitmen mendukung geliat ekspor juga ditunjukkan Branch Jamrud Nilam Mirah seperti dalam melayani kegiatan ekspor Baja Lapis Alumunium Seng (BjLAS) sebanyak 6.000 ton ke Amerika Serikat dengan merek Zinium milik PT Sunrise Steel dalam skala besar di dermaga Jamrud Utara pada April lalu.
“Dalam proses muat kargo, kami berkomitmen memastikan kesiapan pelabuhan dalam mendukung kelancaran ekspor komoditas dengan melakukan kesiapan layanan, personel, dan fasilitas pelabuhan. Kegiatan ekspor tersebut menjadi langkah yang baik bagi produk-produk lokal untuk bersaing di pasar internasional sehingga diharapkan kegiatan ekspor produk lokal dapat terus tumbuh dan berkembang semakin meningkat,” ujar Muh Junaedhy.
Baca juga: Peredaran Solar Ilegal di Lumajang Dibongkar Polda Jatim: Bekuk 1 Orang, Sita Puluhan Jerigen
Editor : Alim Perdana