ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Empat Korban Tewas, DPR RI Minta Evaluasi Menyeluruh Prosedur Keselamatan Petugas dan Relawan Karhutla

avatar Diday Rosadi
  • URL berhasil dicopy
Dini Rahmania, Anggota DPR RI Komisi VIII - Fraksi NasDem. foto: istimewa/ayojatim.
Dini Rahmania, Anggota DPR RI Komisi VIII - Fraksi NasDem. foto: istimewa/ayojatim.

JAKARTA - Peristiwa tewasnya tiga petugas dan satu relawan dalam usaha pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di  kawasan Bromo yang masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mendapat perhatian serius Anggota DPR RI, Dini Rahmania.

Anggota Parlemen yang akrab disapa Ning Dini itu menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas meninggalnya empat orang dalam upaya pemadaman kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Menurutnya, di balik peristiwa ini, ada keluarga yang kehilangan orang-orang yang mereka cintai. Mereka berangkat untuk membantu menyelamatkan lingkungan dan masyarakat, tetapi harus kehilangan nyawa dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Ini sungguh menyakitkan dan menjadi duka Kita bersama.

"Empat nyawa yang hilang tidak boleh dianggap sebagai risiko dalam penanganan bencana. Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem komando, kesiapan peralatan, serta prosedur keselamatan petugas dan relawan di lapangan," tegas Ning Dini, Jumat (16/10/2026).

Dini mengatakan, sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI, pihaknya mendesak instansi terkait mengambil langkah penanganan yang lebih cepat, terukur, dan terkoordinasi. 

Jangan sampai keterbatasan sarana, lemahnya antisipasi, atau keterlambatan penanganan kembali membahayakan mereka yang berada di garis depan. Hal ini berlaku untuk semua penanganan bencana yang ada di Indonesia.

"Saya juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem komando, pemetaan risiko, dan mekanisme penyelamatan darurat. Jika ditemukan kelalaian dalam penerapan standar keselamatan, harus ada pertanggungjawaban yang jelas," ujarnya.

Anggota DPRD RI dari Daerah Pemihan Pasuruan dan Probolinggo ini juga mengingatkan, pemerintah wajib memastikan santunan, pemenuhan hak keluarga korban meninggal dunia, serta perawatan dan pemulihan terbaik bagi korban luka.

Ia menambahkan, keberanian petugas atau relawan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan keselamatan mereka. Mereka berada di garis depan untuk melindungi kita, maka negara harus hadir melindungi mereka. 

"Tidak boleh ada lagi nyawa yang hilang karena lemahnya kesiapsiagaan dan perlindungan di lapangan," pungkas Dini.

Untuk diketahui, empat korban yang tewas atas nama Sukaris, Operator layanan Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Balai Besar TNBTS. Hendra Rony Wagiyanata, Petugas Balai Besar TNBTS (meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan medis karena luka bakar). 

Kemudian, Wisnu Yuda Pratama, Petugas sekuriti hotel (Artotel Bromo). Sefriel Ardiansyah, Petugas sekuriti hotel (Artotel Bromo) sekaligus atlet panjat tebing. Selain korban tewas juga ada ada sejumlah korban yang menderita luka bakar.

Editor :