Muktamar NU
Muktamar NU

Siswa SMA Al Hikmah Surabaya Raih Gold Medal WSEEC 2026

avatar Ali Masduki
  • URL berhasil dicopy
Lima siswi SMA Al Hikmah Surabaya meraih Gold Medal WSEEC 2026 lewat inovasi briket tempurung kelapa berbasis gum rosin. Foto/SMA Al Hikmah Surabaya
Lima siswi SMA Al Hikmah Surabaya meraih Gold Medal WSEEC 2026 lewat inovasi briket tempurung kelapa berbasis gum rosin. Foto/SMA Al Hikmah Surabaya

SURABAYA, AYOJATIM.COM - Lima siswi SMA Swasta Al Hikmah Surabaya meraih Gold Medal dalam ajang internasional World Science, Environment, and Engineering Competition (WSEEC) 2026. Prestasi itu diraih melalui inovasi briket tempurung kelapa yang dirancang agar lebih cepat menyala sekaligus memiliki ketahanan mekanis lebih baik.

Kelima siswi tersebut adalah Anindhira Diyanah Bachtiar, Nadia Shakila Rizkia Aziza, Jasmine Dini Aminati, Marvelita Amaryllis, dan Alya Vania Putri. Mereka mengembangkan penelitian berjudul “ROSCO BRIQ: Improving Ignition Efficiency and Mechanical Durability of Coconut Briquettes Using Gum Rosin Bio Binder”.

Penelitian berangkat dari persoalan yang dihadapi briket tempurung kelapa. Sebagai bahan bakar terbarukan, briket memiliki potensi besar, tetapi formulasi tertentu masih menghadapi tantangan untuk menggabungkan kecepatan penyalaan dengan ketahanan mekanis.

Anindhira mengatakan penelitian sebelumnya menunjukkan gum rosin atau resin pinus berpotensi meningkatkan performa penyalaan. Namun, pengaruh bahan tersebut terhadap kekuatan mekanis briket tempurung kelapa masih relatif terbatas diteliti.

“Penelitian ini mengkaji efektivitas gum rosin sebagai bahan pengikat hayati terbarukan untuk meningkatkan efisiensi pembakaran sekaligus ketahanan mekanis briket kelapa,” kata Anindhira, Senin (17/8/2026).

Tim menguji sejumlah parameter, mulai dari waktu penyalaan, ketahanan terhadap benturan (shatter resistance), kadar air, kadar abu, hingga nilai kalor.

Hasil pengujian menunjukkan formulasi dengan 1,5 gram gum rosin memberikan performa paling optimal. Komposisi itu menghasilkan ketahanan benturan dan nilai kalor tertinggi, sekaligus kadar abu paling rendah.

Waktu penyalaan briket juga turun dari 5 menit 10 detik menjadi 4 menit 27 detik.

“Temuan ini menunjukkan gum rosin merupakan bahan pengikat hayati terbarukan yang menjanjikan. Bahan tersebut mampu meningkatkan efisiensi pembakaran dan ketahanan mekanis secara bersamaan,” ujarnya.

Menurut Anindhira, hasil riset itu membuka peluang pengembangan briket tempurung kelapa yang lebih kuat dan lebih cepat menyala untuk kebutuhan komersial.

Briket biomassa sendiri semakin banyak dilirik sebagai bahan bakar padat alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan batu bara dan minyak bumi. Bahan bakunya dapat berasal dari limbah organik, termasuk tempurung kelapa.

Kompetisi Diikuti 256 Tim dari 10 Negara

WSEEC 2026 mempertemukan pelajar dan peneliti muda dari berbagai negara untuk mempresentasikan inovasi di bidang sains, lingkungan, dan rekayasa.

Tahun ini, kompetisi tersebut diikuti 256 tim dari sejumlah negara, antara lain Indonesia, Kanada, China, Iran, Korea Selatan, Meksiko, Singapura, Thailand, dan Amerika Serikat.

Kepala SMA Swasta Al Hikmah Surabaya Ansari Setyo Prabowo mengapresiasi capaian kelima siswinya. Menurut dia, prestasi tersebut menunjukkan kemampuan siswa tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi juga diwujudkan melalui riset yang menjawab persoalan nyata.

“Prestasi ini tentu membanggakan bagi sekolah dan menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berani meneliti, berinovasi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat,” kata Ansari.

Dia memastikan sekolah akan terus memberikan ruang dan dukungan bagi siswa untuk mengembangkan potensi mereka. Prestasi di WSEEC 2026 juga menjadi momentum bagi Al Hikmah Surabaya untuk mendorong lebih banyak karya siswa tampil di tingkat nasional maupun internasional.

Bagi kelima siswi, capaian tersebut sekaligus menjadi hadiah bagi Indonesia pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Editor :