SURABAYA, AYOJATIM.COM - Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara dan berbagai perlombaan. Kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta keberanian mengambil peran untuk membantu masyarakat juga menjadi bentuk nyata dalam mengisi kemerdekaan.
Semangat tersebut diwujudkan Sekolah SPINS melalui SPINS Inisiator Award dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Penghargaan diberikan kepada lima sosok dari lingkungan masyarakat yang dinilai aktif berinisiatif, menggerakkan warga, serta memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan bersama.
“Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan perayaan, tetapi juga melalui tindakan nyata untuk membangun masyarakat yang lebih peduli, sehat, aman, sejahtera, dan berbudaya,” ungkap Sanjana Bhat, founder SpInS Interactional School, Senin (17/8/2026).
Sanjana Bhat, yang juga merupakan Calon DG Rotary District 3420 menilai, para penerima penghargaan tidak sekadar melihat persoalan yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Mereka memilih untuk terlibat, mengambil tindakan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
"Lima penerima SPINS Inisiator Award berasal dari berbagai latar belakang pengabdian. Mereka bergerak di bidang keamanan, sosial, kesehatan, pemberdayaan keluarga, fasilitas umum hingga pelestarian budaya," tambahnya.
Penerima pertama adalah Ristianto, warga Gunung Sari Indah yang dinilai memiliki dedikasi dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai anggota kepolisian, Ristianto turut berkontribusi dalam pengungkapan sejumlah kasus kejahatan, termasuk kasus penggelapan kendaraan bermotor di Jajar Tunggal, kasus kendaraan bermotor yang sempat menjadi perhatian dan viral di media sosial, serta kasus kendaraan bermotor di Toko Lawson Babatan.
Dedikasinya dalam membantu menciptakan rasa aman dan memberikan perlindungan kepada masyarakat menjadi alasan SPINS memberikan penghargaan tersebut.
Penghargaan kedua diberikan kepada Sutrisno, warga Wiyung. Sosok yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial tersebut menjalankan peran sebagai Ketua RT, pekerja sosial di Kecamatan Wiyung, sekaligus sukarelawan sopir ambulans di Kelurahan Wiyung.
Kesediaannya menyediakan waktu dan tenaga untuk membantu masyarakat dalam berbagai kondisi menjadi gambaran nyata semangat gotong royong.
SPINS menilai keterlibatan Sutrisno sebagai bentuk pengabdian yang tumbuh dari kepedulian terhadap kebutuhan warga di sekitarnya.
Penerima ketiga adalah Cholis Sutinah, warga Jajartunggal. Ia dikenal aktif menggerakkan masyarakat dalam bidang kesehatan dan lingkungan.
Cholis terlibat sebagai penggerak Kampung ASI di Surabaya dan menjalankan program Jajar Tunggal Zero Stunting sejak 2023 hingga sekarang.
Dedikasinya dalam pemberdayaan masyarakat juga mendapat apresiasi melalui penghargaan sebagai Kader Lingkungan dari Wali Kota Surabaya.
Konsistensinya mendorong masyarakat menciptakan lingkungan yang sehat dan peduli menjadi bagian dari kontribusi yang diapresiasi melalui SPINS Inisiator Award.
Penghargaan keempat diberikan kepada Sri Muntiani, warga Balasklumprik. Ia aktif dalam kegiatan industri di Jawa Timur serta berbagai aktivitas pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga.
Keterlibatannya diarahkan untuk mendorong masyarakat agar terus berkembang, memiliki kemandirian, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Atas kontribusi tersebut, SPINS memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap kepedulian dan kiprahnya di tengah masyarakat.
Sementara itu, penerima kelima adalah Sutrino B, warga Babatan. Ia aktif mengambil bagian dalam pembangunan dan kehidupan sosial masyarakat.
Sutrino B turut menggalang dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu perbaikan fasilitas umum. Selain itu, ia juga aktif melestarikan dan mengembangkan kesenian Ludruk di RW 1 dan RW 2.
Peran tersebut menunjukkan bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fasilitas, tetapi juga menjaga identitas dan warisan budaya lokal.
"Melalui SPINS Inisiator Award, kelima penerima mendapat apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan. Penghargaan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui aksi nyata dan kepedulian dari lingkungan terdekat," pungkasnya.
Di momentum HUT ke-81 RI, kiprah kelima sosok tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan masyarakat dapat dimulai dari mereka yang bersedia melihat persoalan, mengambil peran, dan bergerak memberikan manfaat.
Editor : Amal Jaelani