MOJOKERTO, AYOJATIM – Sebanyak 154 mahasiswa Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya diterjunkan ke Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, untuk memperkuat potensi desa wisata sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
Mahasiswa tersebut mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 selama 10 hari, mulai 12 hingga 21 Agustus 2026. Program pengabdian tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Desa Wisata melalui Penguatan Tata Kelola BUMDes, Digitalisasi Produk Lokal, Perlindungan HKI, dan Pengembangan Eco-Tourism Berkelanjutan.”
Penerjunan mahasiswa dilakukan pada Rabu (12/8/2026). Seluruh peserta kemudian disebar di 14 RT yang berada di Dusun Kedung Wulan dan Dusun Bejijong,
Kehadiran mahasiswa tidak sekadar menjalankan program akademik, tetapi diarahkan untuk mendampingi warga dalam mengembangkan potensi ekonomi, UMKM, pengelolaan lingkungan, serta tata kelola desa wisata.
Rektor Unitomo, Prof. Siti Marwiyah, mengatakan KKN menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah berbasis kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, akademisi dan pemerintah desa dapat menghasilkan solusi yang lebih sesuai dengan persoalan serta potensi lokal.
“Melalui pelaksanaan KKN ini, mahasiswa hadir untuk memberikan solusi konkret atas tantangan yang dihadapi masyarakat Desa Bejijong. Kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi dan pemerintah desa menjadi kunci utama dalam mendorong Desa Bejijong agar semakin berdaya saing global,” ujar Prof. Siti Marwiyah saat membuka kegiatan KKN di Mojokerto, Rabu (12/8/2026).
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Unitomo, Prof. Nur Sayidah, menjelaskan program KKN dirancang berdasarkan pemetaan potensi dan kebutuhan Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Pendampingan mahasiswa diarahkan pada empat program utama, yakni pengembangan tata kelola BUMDes, penguatan serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) produk lokal, digitalisasi UMKM melalui pembuatan e-katalog, serta pengelolaan sampah menjadi produk bernilai ekonomis.
“Kami menetapkan empat fokus utama agar pendampingan kepada warga tepat sasaran, khususnya dalam menggerakkan perekonomian desa dan mempercepat akselerasi Desa Bejijong sebagai destinasi eco-tourism yang mandiri serta berkelanjutan,” kata Prof. Nur Sayidah.
Digitalisasi produk UMKM menjadi salah satu bagian penting dari program tersebut. Melalui e-katalog, produk lokal diharapkan memiliki ruang promosi yang lebih luas sehingga pelaku usaha tidak hanya mengandalkan pemasaran secara konvensional.
Pendampingan HKI juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya perlindungan hukum atas produk maupun identitas usaha yang mereka kembangkan.
Kepala Desa Bejijong, Pradana Tera Mardiatna, menyambut positif kolaborasi dengan Unitomo. Menurutnya, kedatangan 154 mahasiswa menjadi pengalaman baru bagi desa dalam mengembangkan potensi masyarakat melalui pendampingan perguruan tinggi.
“Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran para mahasiswa Unitomo di wilayah kami, mengingat ini pertama kalinya desa kami didatangi ratusan mahasiswa untuk pengabdian pada masyarakat,” ujarnya.
Pradana menilai sejumlah program yang dibawa mahasiswa memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan Desa Bejijong, terutama dalam pengembangan UMKM dan penguatan sektor pariwisata.
“Program digitalisasi produk UMKM lewat e-katalog, pendampingan legalitas HKI, hingga edukasi pengolahan sampah bernilai ekonomis sangat relevan untuk menunjang daya saing Bejijong sebagai desa wisata sejarah dan budaya di kawasan Trowulan,” pungkasnya.
Pradana yang juga merupakan alumni Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unitomo berharap program KKN tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.
Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi lanjutan untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan potensi wisata sejarah dan budaya Bejijong.
Dengan pendampingan di 14 RT, program KKN Unitomo diharapkan mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat sekaligus memperkuat posisi Desa Bejijong sebagai bagian penting dari kawasan wisata sejarah Trowulan, Mojokerto.
Editor : Amal Jaelani