ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

75 Mahasiswa Unitomo Hadirkan KKN Berdampak di Semolowaru, dari Edukasi hingga Pemberdayaan Warga

avatar AM Lukman J
  • URL berhasil dicopy
Mahasiswa KKN unitomo berfoto bersama Lurah Semolowaru Kenny Pieter Tupamahu dan Ketua RT dan RW Semolowaru Surabaya usai penyuluhan Bank Sampah. Foto: Humas Unitomo/Ayojatim
Mahasiswa KKN unitomo berfoto bersama Lurah Semolowaru Kenny Pieter Tupamahu dan Ketua RT dan RW Semolowaru Surabaya usai penyuluhan Bank Sampah. Foto: Humas Unitomo/Ayojatim

SURABAYA, AYOJATIM.COM – Sebanyak 75 mahasiswa Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya membawa semangat berbeda dalam menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Semolowaru, Surabaya.

Bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, para mahasiswa dari tujuh fakultas tersebut berupaya menghadirkan program yang bisa dirasakan langsung masyarakat melalui konsep KKN Berdampak.

Kegiatan berlangsung mulai 1 Agustus hingga 5 September 2026. Setiap Sabtu dan Minggu, mahasiswa diterjunkan ke empat lokasi RT yang telah ditentukan Kelurahan Semolowaru untuk menjalankan berbagai program sesuai kebutuhan warga.

Para mahasiswa berasal dari Fakultas Hukum (FH), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra (FIPS), Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES).

Seluruh kegiatan berada di bawah pendampingan Nensy Megawati Simanjuntak sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Berbekal keilmuan dari berbagai bidang, mahasiswa mengembangkan sejumlah program yang menyentuh pendidikan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan hingga kegiatan sosial.

Salah satunya melalui program Sinau Bareng Kelompok 5 yang digelar di Balai RW 11. Program tersebut mengajak anak-anak tingkat SD dan SMP untuk membaca, belajar bersama, sekaligus mengikuti lomba mendongeng.

Kegiatan dirancang untuk membangun minat baca sekaligus meningkatkan keberanian anak dalam berkomunikasi dan tampil di depan orang lain.

Semangat KKN Berdampak juga terlihat dalam program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Mahasiswa dari FH, FT dan FIKOM mengembangkan pembuatan komposit serta menyerahkan Bank Sampah Plastik di empat RT. Program tersebut diarahkan untuk mendorong masyarakat mulai memilah dan mengelola sampah dari lingkungan tempat tinggal.

Sementara mahasiswa FEB memberikan penyuluhan terkait Program Gen-Z Pemerintah Kota Surabaya melalui pelatihan penyusunan proposal UMKM.

Pengetahuan yang diberikan diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya pelaku usaha, menyusun gagasan bisnis secara lebih terstruktur dan membuka peluang pengembangan usaha.

Dari bidang kesehatan, mahasiswa FIKES menghadirkan pemeriksaan tekanan darah gratis dan konsultasi kesehatan. Layanan tersebut menjadi bagian dari kegiatan jalan sehat bersama warga.

Menurut DPL KKN Berdampak Unitomo di Semolowaru, Nensy Megawati Simanjuntak, rangkaian program tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat.

“KKN ini kami arahkan agar mahasiswa tidak hanya hadir melaksanakan kewajiban akademik, tetapi benar-benar mampu menerapkan ilmu dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.”

Nensy juga menyebut semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam pelaksanaan KKN. Mahasiswa bersama masyarakat melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sebagai bagian dari persiapan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bagi mahasiswa, keterlibatan langsung bersama warga menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana ilmu yang dipelajari di kampus dapat diterapkan dalam persoalan sehari-hari.

Kehadiran mahasiswa Unitomo mendapat sambutan positif dari masyarakat Semolowaru.

Elok Mekar Sari, salah satu warga sekaligus Kepala UMKM Semolowaru, menilai berbagai program yang dibawa mahasiswa memberikan energi positif bagi lingkungan.

Menurutnya, program pendidikan anak, kebersihan lingkungan, kesehatan hingga pemberdayaan ekonomi memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa Unitomo karena program yang dilakukan membantu masyarakat, terutama dalam pendidikan anak, kebersihan lingkungan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut.”

Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat membuat KKN tidak hanya menjadi ruang pengabdian, tetapi juga tempat bertemunya pengetahuan kampus dengan persoalan nyata di lingkungan warga.

Pendampingan yang dilakukan selama lebih dari satu bulan tersebut diharapkan mampu meninggalkan manfaat yang lebih panjang.

Setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKN pada 5 September 2026, pengetahuan, kepedulian, serta kebiasaan positif yang telah dibangun diharapkan dapat diteruskan oleh masyarakat Semolowaru.

Dengan pendekatan KKN Berdampak, mahasiswa Unitomo mencoba menghadirkan pengabdian yang tidak berhenti pada kehadiran dan kegiatan seremonial, tetapi meninggalkan perubahan kecil yang dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

Editor :