Oleh: Sudarsono Rahman
- Wakil Ketua Umum DPP BariKade Gus Dur
- Koordinator Forum Aktivis NU (FASNU) Jawa Timur
Atas nama Amanah para Muassis, Kami menyerukan Kepada seluruh Muktamirin dalam Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 :
Jadikan Muktamar bukan sekadar pergantian Kepemimpinan, tetapi momentum mengembalikan NU kepada jalan perjuangan yang telah diwariskan oleh para Pendiri.
Kami percaya bahwa Nahdlatul Ulama akan tetap menjadi kekuatan moral bangsa apabila lima prinsip dasar ini dijaga.
1.Menegakkan Konstitusi Organisasi
Tidak ada seorang pun yang berada di atas Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, maupun Peraturan Perkumpulan. Semua kader memiliki kedudukan yang sama di hadapan aturan organisasi.
2.Mengembalikan Ulama sebagai Navigator.
Ulama harus menjadi penuntun arah perjuangan organisasi, Kepemimpinan NU harus bertumpu pada Ilmu, Akhlak, Keteladanan, dan Amanah, bukan pada kekuatan modal maupun kedekatan dengan kekuasaan.
3.Menjaga Independensi Nahdlatul Ulama.
NU harus mampu bekerja sama dengan siapa pun demi kemaslahatan bangsa, tetapi tidak boleh kehilangan kebebasan moral untuk mengingatkan, mengoreksi, dan menyampaikan kebenaran kepada siapa pun yang memegang kekuasaan.
4.Menolak Politik Transaksional.
Muktamar harus menjadi pesta Demokrasi Organisasi yang bersih, bermartabat, bebas dari politik uang, intimidasi, mobilisasi kekuasaan, serta segala bentuk praktik yang mencederai kehormatan Jam'iyah.
5.Membangun Kepemimpinan Peradaban.
NU tidak cukup hanya melahirkan Administrator Organisasi, NU harus melahirkan Pemimpin yang mampu membimbing Umat, memperkuat Persatuan Bangsa, mengembangkan Ilmu Pengetahuan, memajukan Pesantren, serta menghadirkan solusi atas persoalan Kemiskinan, Pendidikan, Lingkungan, dan Ketimpangan Sosial.
Kami meyakini bahwa kebesaran Nahdlatul Ulama tidak diukur dari seberapa dekat dengan penguasa, melainkan dari seberapa besar kepercayaan umat yang lahir karena kejujuran, keteladanan, dan keberanian menjaga kebenaran.
Sebagaimana pesan, amanah adalah fondasi perjuangan, organisasi akan kehilangan keberkahannya apabila amanah dikalahkan oleh kepentingan sesaat.
Karena itu, kami mengajak seluruh Muktamirin untuk menjaga Muktamar sebagai forum yang suci dari transaksi kepentingan dan setia kepada cita-cita para Muassis.
Dari Tambakberas, mari kita teguhkan kembali bahwa Nahdlatul Ulama adalah rumah besar Umat; tempat Ulama memimpin dengan Ilmu, Organisasi berjalan dengan Konstitusi, dan Pengabdian kepada Bangsa dilandasi keikhlasan.
NU bukan milik Elite, NU adalah milik Umat
NU bukan alat Kekuasaan, NU adalah penjaga moral Bangsa.
NU bukan organisasi yang mengikuti arah angin Politik, NU adalah Kompas Kebangsaan yang menuntun arah perjalanan Indonesia.
Meluruskan NU bukan berarti mengubah NU, Meluruskan NU berarti mengembalikan Nahdlatul Ulama kepada jalan yang telah dirintis para muassis : Jalan Ilmu, Jalan Akhlak, Jalan Amanah, dan Jalan Kemaslahatan.
Editor : Diday Rosadi