ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

GSNI Siapkan Kongres Nasional di Surabaya, Pelajar Didorong Jadi Agen Perubahan

avatar Alim Perdana
  • URL berhasil dicopy
Surabaya menjadi tuan rumah Kongres Nasional IV GSNI yang akan membahas penguatan nasionalisme, pendidikan, dan peran pelajar menghadapi tantangan zaman. Foto/GSNI
Surabaya menjadi tuan rumah Kongres Nasional IV GSNI yang akan membahas penguatan nasionalisme, pendidikan, dan peran pelajar menghadapi tantangan zaman. Foto/GSNI

SURABAYA, AYOJATIM.COM - Surabaya kembali menjadi lokasi pertemuan nasional. Kali ini, Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) akan menggelar Kongres Nasional IV pada 19 hingga 21 Juni 2026 dengan menghadirkan perwakilan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.

Forum tersebut tidak hanya membahas agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang diskusi mengenai tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Ketua Badan Pekerja Kongres GSNI, A.A. Gede Indrayana, mengatakan kongres menjadi ajang konsolidasi pelajar nasionalis untuk memperkuat persatuan dan membangun gagasan bersama bagi masa depan Indonesia.

“Kongres Nasional IV GSNI merupakan ruang konsolidasi nasional bagi pelajar untuk memperkuat persatuan, mempererat solidaritas, dan menyatukan gagasan dalam membangun masa depan bangsa,” ujar Gede Indrayana.

Menurutnya, pelajar saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Kemajuan teknologi digital membuka banyak peluang, namun juga menghadirkan persoalan baru seperti krisis identitas, rendahnya literasi digital, hingga berkurangnya kepedulian sosial di kalangan generasi muda.

Karena itu, GSNI memandang penguatan karakter kebangsaan tetap menjadi kebutuhan penting agar pelajar mampu berkembang tanpa kehilangan jati diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

“Kami ingin memastikan pelajar Indonesia tidak kehilangan jati dirinya. Nasionalisme harus tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat GSNI Abdul Gani menegaskan pelajar perlu diberi ruang lebih besar untuk berkontribusi dalam kehidupan sosial dan pembangunan bangsa.

Menurut dia, pelajar tidak boleh hanya diposisikan sebagai penerima kebijakan pendidikan, melainkan harus dilibatkan sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Pelajar tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus menjadi subjek yang aktif dalam menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa,” ujar Abdul Gani.

Melalui kongres tersebut, GSNI juga ingin memperkuat kapasitas intelektual, keberanian moral, dan semangat pengabdian generasi muda.

“Kami ingin mempertegas komitmen organisasi dalam membangun generasi pelajar nasionalis yang memiliki kapasitas intelektual, keberanian moral, dan semangat pengabdian kepada rakyat, bangsa, dan negara,” imbuhnya.

Pemilihan Surabaya sebagai lokasi kongres dinilai memiliki makna tersendiri. Kota Pahlawan dikenal sebagai salah satu simbol perjuangan bangsa yang hingga kini masih menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam menjaga semangat persatuan dan nasionalisme.

Dari Surabaya, GSNI berharap lahir rekomendasi dan gagasan yang dapat memperkuat peran pelajar dalam menghadapi tantangan zaman sekaligus menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah arus globalisasi yang terus berkembang.

Editor :