SURABAYA, AYOJATIM.COM - Pekerja perkebunan tak cukup hanya memahami proses budidaya kopi. Mereka juga perlu mengenali kualitas cita rasa hingga standar penilaian yang berlaku di pasar global. Semangat itu yang mendorong SPBUN Nusantara XII menggelar Coffee Cupping Workshop di Kantor PTPN I Regional 5, Surabaya, Senin (13/7/2026).
Kegiatan hasil kolaborasi SPBUN Nusantara XII, Holding Perkebunan Nusantara, dan PTPN I Regional 5 tersebut diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai unit usaha di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara. Selain pelatihan, acara juga menjadi momentum pembentukan Forum Pecinta Kopi Holding Perkebunan Nusantara.
Peserta berasal dari Holding Perkebunan Nusantara, PTPN I Head Office, PTPN I Regional 3, PTPN I Regional 5, PTPN IV Regional 4, hingga Java Coffee Estate (JCE).
Selama pelatihan, mereka mempelajari teknik coffee cupping, mulai dari mengenali aroma, rasa, keasaman, hingga metode evaluasi mutu kopi sesuai standar internasional. Materi disampaikan melalui sesi teori dan praktik yang dipandu praktisi kopi nasional.
Founder Sensa Koffie, Vito Adi Tjandrasurja, bersama Muchammad Fitrawansyah, peraih Juara III Indonesian Cup Tasters Championship 2023 dan Juara IV Indonesian Cup Tasters Championship 2025, bertindak sebagai instruktur sekaligus juri pada kompetisi coffee cupping yang digelar di penghujung acara.
Ketua Umum SPBUN Nusantara XII, Bramantya Admadja, mengatakan peningkatan kompetensi pekerja menjadi salah satu cara menjaga daya saing industri perkebunan.
"Serikat pekerja harus menjadi tempat anggotanya berkembang. Pengetahuan dan keterampilan baru akan memberi manfaat bagi pekerja sekaligus mendukung peningkatan kualitas perusahaan," ujarnya.
Menurut Bramantya, pemahaman mengenai karakter kopi akan membuat pekerja semakin peduli terhadap kualitas hasil produksi sejak di kebun hingga diterima konsumen.
Direktur Bisnis Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Ryanto Wisnuardhy, menyebut peluang pasar kopi premium terus tumbuh sehingga standar kualitas harus dijaga secara konsisten.
"Melalui coffee cupping, seluruh insan perkebunan memiliki acuan yang sama dalam menilai mutu kopi. Hal itu akan meningkatkan nilai jual sekaligus memperkuat daya saing produk Holding Perkebunan Nusantara," katanya.
Sementara itu, Region Head PTPN I Regional 5, Subagiyo, menilai kolaborasi antara manajemen dan serikat pekerja mampu membangun budaya kualitas di lingkungan perusahaan.
"Selain mendapatkan ilmu baru, peserta juga dapat bertukar pengalaman dengan pekerja dari berbagai daerah penghasil kopi," ucapnya.
Vito Adi Tjandrasurja menambahkan, coffee cupping merupakan metode yang digunakan pelaku industri kopi dunia untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga.
"Standar penilaian yang sama membuat kualitas kopi dapat diukur secara objektif sekaligus mempertahankan karakter khas setiap daerah penghasil," jelasnya.
Pada kompetisi yang menjadi bagian dari workshop tersebut, Iswahyudi dari Kebun Bantaran Bangelan PTPN I Regional 5 berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Eta Yunda dari Java Coffee Estate (JCE). Keduanya akan diusulkan mewakili PTPN I Regional 5 pada ajang Coffee Cupping Tingkat Regional.
Tak berhenti pada pelatihan, SPBUN Nusantara XII juga meresmikan Forum Pecinta Kopi Holding Perkebunan Nusantara. Forum tersebut akan menjadi ruang berbagi pengetahuan, memperluas jejaring antarkaryawan, sekaligus mendorong lahirnya berbagai kegiatan edukasi mengenai industri kopi dari hulu hingga hilir.
Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pekerja yang memahami standar mutu kopi, sehingga kualitas kopi produksi Holding Perkebunan Nusantara semakin kompetitif di pasar nasional maupun internasional.
Editor : Alim Perdana