ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Menikmati Kemeriahkan Perayaan Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 di Djaman Doeloe Resto FourPoint Pakuwon

avatar AM Lukman J
  • URL berhasil dicopy
Pagelaran wayang kulit di Djaman Doeloe Resto, Four Points by Sheraton Surabaya, Sabtu (30/5/2026). Foto: Ayojatim
Pagelaran wayang kulit di Djaman Doeloe Resto, Four Points by Sheraton Surabaya, Sabtu (30/5/2026). Foto: Ayojatim

SURABAYA - Suasana malam di Djaman Doeloe Resto, Four Points by Sheraton Surabaya, Pakuwon Indah, terasa jauh berbeda dari hari-hari biasa pada Sabtu 30 Mei 2026.

Malam itu, dekorasi bernuansa semangat perjuangan Kota Surabaya memenuhi setiap sudut ruangan tersebut. Mulai dari koridor panjang hingga ruang santap utama sebagai simbol dan menandai perayaan Hari Jadi Kota Surabaya yang ke-733 tahun ini.

Perayaan tersebut bukan sekadar pesta biasa. Djaman Doeloe Resto merancang malam itu sebagai sebuah perjalanan budaya yang mengajak tamu menelusuri kembali akar sejarah dan kekayaan tradisi Surabaya melalui tiga pilar hiburan, yaitu pagelaran wayang kulit, pasar rakyat, dan pasar malam bertema nostalgia.

Kuliner Pesisir: Cita Rasa Tanjung Perak di Meja Makan

Malam perayaan dibuka dengan sajian istimewa berupa hidangan khas pesisir yang menjadi kebanggaan kuliner Kota Surabaya. Menu yang disajikan mencerminkan kekayaan laut Nusantara, mulai dari ikan asap, petis, rahang tuna bakar, hingga bandeng. Beragam hidangan yang telah lama menjadi bagian dari identitas kuliner warga Surabaya.

"Kami menghadirkan santapan khas pesisir karena Surabaya sejak dahulu dikenal memiliki salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia, yaitu Tanjung Perak, yang identik dengan kekayaan kuliner laut," ujar Judi, Head Chef Four Points by Sheraton Surabaya, Pakuwon Indah, Sabtu (30/5/2026).

Pemilihan menu pesisir bukan tanpa alasan. Pelabuhan Tanjung Perak yang berdiri sejak berabad-abad lalu telah membentuk karakter kuliner Surabaya yang kuat dan khas — suatu warisan yang terus hidup hingga hari ini di setiap mangkuk dan piring yang disajikan.

Wayang Kulit: Kisah Sura dan Baya Kembali Hidup

Puncak malam menjadi semakin berkesan dengan hadirnya Pagelaran Wayang Kulit yang selalu menjadi hiburan rakyat paling dinantikan dalam setiap perayaan tahunan.

Pertunjukan saat itu mengangkat kisah legenda pertarungan Sura dan Baya dalam lakon bertajuk Takdir Penjaga Semesta, sebuah cerita yang erat kaitannya dengan asal-usul nama Kota Surabaya itu sendiri.

Lakon tersebut dipadukan dengan kisah pewayangan Raden Antasena dalam menumpas kejahatan, menghadirkan narasi yang sarat nilai heroisme dan kearifan lokal.

"Kami ingin menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengangkat kembali warisan budaya dan legenda rakyat Surabaya agar tetap dekat dengan generasi masa kini," jelas Adi Kurniawan, Assistant Food & Beverage Marketing Manager Four Points by Sheraton Surabaya.

Pasar Malam 90-an: Nostalgia yang Menghangatkan

Kemeriahan malam kian sempurna dengan kehadiran pasar malam yang menampilkan deretan jajanan khas era 1990-an. Suasana hangat dan penuh gelak tawa menyelimuti area pasar, membangkitkan kembali kenangan masa kecil bagi para tamu yang hadir, sekaligus memperkenalkan pesona hiburan rakyat tempo dulu kepada generasi yang lebih muda.

Djaman Doeloe Resto seolah berubah menjadi mesin waktu yang membawa setiap tamu melintasi lorong kenangan, ke masa ketika pasar malam dan pertunjukan rakyat adalah kemewahan sederhana yang paling dinantikan.

Pihak Djaman Doeloe Resto mengisyaratkan bahwa rangkaian event Hiburan Rakyat ini akan terus berlanjut dengan pengalaman-pengalaman baru yang tak kalah meriah dan berkesan bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Editor :