MALANG – Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini terus menemukan bentuk baru di era digital.
Salah satunya tercermin pada sosok Bidan Afita, tenaga kesehatan yang menjelma menjadi edukator sekaligus inspirasi bagi perempuan Indonesia masa kini.
Ditengah arus informasi yang kian cepat, Bidan Afita mengambil peran sebagai jembatan pengetahuan kesehatan perempuan yang praktis dan mudah dipahami.
Ia tidak hanya hadir di ruang praktik, tetapi juga aktif di ruang digital, menyuarakan pentingnya literasi kesehatan reproduksi yang masih kerap dianggap tabu.
Sebagai bidan, Afita mendampingi perempuan dalam fase-fase krusial kehidupan, mulai dari program hamil, kehamilan, persalinan, hingga menyusui. Namun lebih dari itu, ia menempatkan dirinya sebagai pendamping emosional dan edukatif, membantu perempuan memahami tubuhnya sekaligus membangun relasi rumah tangga yang sehat.
“Kartini masa kini bukan hanya tentang kesetaraan, tetapi juga tentang keberanian perempuan memahami dirinya sendiri,” ungkapnya, di momen Hari Kartini, (21/4/2026).
Baginya, sosok RA Kartini telah menjadi semangat menginspiras, dan hal tersebut juga tercermin dalam setiap edukasi yang ia bagikan kepada masyarakat di pelosok desa.
Perannya sebagai Kartini modern tampak dari konsistensinya membuka ruang diskusi yang aman bagi perempuan. Topik-topik sensitif seperti kesehatan reproduksi, hubungan suami istri, hingga kesiapan mental menjadi materi yang ia sampaikan secara lugas namun tetap empatik.
Melalui media sosial, Bidan Afita menjangkau jutaan perempuan lintas daerah. Konten yang ia hadirkan tidak hanya informatif, tetapi juga membangun rasa percaya diri perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga.
Ditengah masih terbatasnya akses edukasi kesehatan yang komprehensif, kehadiran Bidan Afita menjadi relevan. Ia melanjutkan semangat Kartini melalui jalur yang berbeda, bukan lagi lewat tulisan emansipasi, melainkan melalui edukasi kesehatan yang berdampak langsung pada kualitas hidup perempuan.
Dengan pendekatan yang humanis dan konsisten, Bidan Afita menegaskan bahwa Kartini modern hadir di berbagai lini kehidupan. Tidak selalu di panggung besar, tetapi juga di ruang-ruang kecil tempat perempuan belajar, bertumbuh, dan memperjuangkan kesehatannya sendiri.
Editor : Amal Jaelani