ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

BULAN RAMADHAN DAN SPIRIT PERJUANGAN UMAT ISLAM

avatar Diday Rosadi
  • URL berhasil dicopy
Khairuddin Habziz, Katib Ma'had Aly & Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat. foto: dok.pri.
Khairuddin Habziz, Katib Ma'had Aly & Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat. foto: dok.pri.

Oleh : Khairuddin Habziz
Katib Ma'had Aly & Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat

BULAN suci Ramadhan menjadi istimewa bukan hanya semata-semata mengandung berbagai keutamaan pahala ibadah mahdah yang berlipat ganda, turunnya Alquran, Lailatul qadar dan keutamaan lainnya. 

Bulan Ramadhan menjadi istimewa karena di dalamnya terdapat sejumlah peristiwa sejarah yang sangat luar biasa (al-ahdats at-tarikhiyah al-muhimmah) yang hendaknya menjadi renungan dan pembelajaran berharga bagi umat Islam, khususnya dalam rangka menyikapi situasi dan kondisi umat Islam pada perkembangan peta geopolitik saat ini. 

Adapun di antara peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi pada bulan suci Ramadhan adalah sebagai berikut; 

Perang Badar Kubro

Terjadi pada Jumat tanggal 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriyah. Peristiwa yang sangat menentukan nasib perjuangan dakwah Nabi sehingga beliau berdoa dengan kalimat yang menggetarkan jiwa hingga selendangnya terjatuh. 

Abu Jahal sebagai fir'aun hadzihil ummah (fir'aun Umat Islam saat itu) terbunuh bersama para tokoh utama lainnya seperti Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bn Rabi'ah, Umayah bin khalaf. Amr bin Hisyam. 

Apakah peristiwa bersejarah ini akan terulang dan terjadi di bulan Ramadhan kali ini pada fir'aun-firaun umat manusia modern saat ini sebagai pelaku genosida dan perusak perabadan umat manusia?  Wallahu a'lam. Semoga saja ada keajaiban dari Allah ﷻ.  

Fathu Makkah, Penaklukan Kota Mekah

Terjadi pada 10 Ramadhan tahun ke-8 Hijriyah) sebagai alfathul akbar, kemengan terbesar karena sangat berdampak positif terhadap dakwah dan kehidupan sosial umat Islam saat itu

Perang Tabuk

Terjadi di musim paceklik dan cuaca panas yang sangat ekstrem di bulan Ramadhan tahun ke-9 Hijrah) guna menghadang pasukan Hiraklius Raja Bizantium Romawi yang hendak menyerang Madinah di Perbatasan Syam 685 km ke utara Kota Madinah

Fathul Andalus, Penaklukan Spanyol. 

Pada tanggal 28 Ramadhan tahun ke-92 Hijriyah). 12 ribu pasukan Thariq bin Ziyad melawan 100 ribu pasukan salib Eropa. Mendapatkan kemenangan sorta menjadi pintu gerbang  berdirinya Dinasti Umayah di Spanyol selama 800 thunder

Pertempuran Ainul Jalut

Pada tanggal 25 Ramadhan tahun ke-658 Hijriyah antara pasukan Kerajaan Mamluk Mesir yang dipimpin Sultan Saifuddin Qutuz melawan pasukan Tartar Mongolia yang bengis dan tak terkalahkan dipimpin oleh Panglima Kitbugha).

Dan pasukan Islam diberikan kemenangan dengan terbunuhnya panglima musuh.

Amma ba'du

Ada pesan mendalam yang tersirat dari beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi di Bulan suci Ramadhan di atas. Di antaranya;

Pertama,  tumbuhnya kesadaran bahwa bulan Ramadhan bukan hanya musim panen pahala ibadah mahdhah semata, melainkan juga sebagai momentum yang tepat untuk bergerak melakukan evaluasi berbaikan diri ke arah yang lebih baik. 

Bulan suci Ramadhan hendaknya menjadi bulan penuh inspiratif untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat diri dan orang lain. Bahkan Ramadhan sebagai madrasah pembelajaran tahunan bagi umat untuk menghidupkan semangat juang, bangkit dari keterpurukan, menumbuhkan kesadaran terhadap ajaran agama dan perlindungan hak dan martabat kemanusian sebagaimana diisyaratkan dalam peristiwa bersejarah di atas.

Kedua, Rasa haus dan lapar di bulan Ramadhan mengajarkan sikap simpati dan empati terhadap penderitaan sesama umat Islam. Mungkin di Ramdhan ini Umat Islam di Indonesia bisa menikmati aneka makanan buka dan sahur bersama keluarga, istirahat dikasur yang empuk. 

Sementara lihatlah, saudara kita di Pelestina, Sudan, Lebanon dan bahkan di Iran yang saat ini sedang dibombardir zionis Israel, Amerika dan sekutunya. Saudara kita sesama umat Islam saat ini berjuang matian-matian mempertahankan martabat bangsa dan kedaulatan negara.

Mereka berjuang melawan para agresor, pelaku genosida yang sama sekali tidak menghormati nilai-nilai agama dan kemanusian. 

Tidak dipungkiri, tentu ada perbedaan umat Islam dalam memahami teks agama. Namun jangan lupa, mereka dipersatukan dengan agama yang sama, Tuhan yang sama, kiblat yang sama, dan kitab suci yang sama.

Seharusnya mereka sadar dan bersatu untuk melawan musuh bersama, bahkan musuh setiap agama. Yaitu musuh kesewenang-wenangan, pelecehan terhadap hak dan kemanusiaan serta pelanggaran kedaulatan suatu bangsa. 

Sungguh sangat menyedihkan dan menyesakkan dada apa yang dipertontonkan saat ini oleh negara-negara timur tengah, termasuk Saudi Arabia sebagai tempat lahir agama Islam.

Nampak sekali, rapuhnya tali persatuan dan kesatuan umat Islam yang ajarkan Alquran serta digambarkan hadis Nabi bahwa Umat Islam ibarat sebuah bangunan yang saling menguatkan. 

Hilangnya sikap ta'awun serta tercerabutnya rasa simpati dan empati antara umat Islam yang dibaratkan hadis Nabi laksana sekujur tubuh.

Justru yang tampak saat ini adalah al-muwalah (berteman akrab) dan berpihak kepada musuh untuk menghancurkan saudaran sesama umat Islam.

Kenyataan pahit umat Islam saat ini mengingatkan kita akan peringatan Baginda Rasulullah ﷺ empat belas abad yang silam bahwa kelak di akhir zaman akan ada persekongkolan bangsa-bangsa dalam memerangi Umat Islam;

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ (رَوَاهُ أَبُوْ دَوُدَ)

Rasulullah ﷺ  bersabda: "Hampir-hampir bangsa-bangsa memperebutkan kalian (umat Islam), layaknya memperebutkan makanan yang berada di meja makan."

Seorang sahabat bertanya: "Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit?"

Beliau menjawab: "Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih di genangan air. 

Sungguh Allah akan mencabut rasa takut dari dada musuh-musuh kalian kepada kalian, dan akan menanamkan ke dalam hati kalian penyakit Al wahn."

Seseorang lalu berkata: "Wahai Rasulullah, apa itu Al wahn?" beliau menjawab: "Cinta dunia dan takut mati." HR. Abu Daud

Editor :