ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

IGI Minta Guru Ajarkan Siswa Bernalar

avatar Diday Rosadi
  • URL berhasil dicopy
Dhitta Puti Sarasvati dari Yayasan Penggerak Indonesia narasumber Pelatihan untuk Pelatih Gerakan Gernas Tastaka yang diselenggarakan di MAN 1 Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat. foto: IGI for ayojatim.
Dhitta Puti Sarasvati dari Yayasan Penggerak Indonesia narasumber Pelatihan untuk Pelatih Gerakan Gernas Tastaka yang diselenggarakan di MAN 1 Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat. foto: IGI for ayojatim.

MAMUJU - Ketua Ikatan Guru Indonesia Sulawesi Barat Sutikno meminta seluruh guru di Indonesia, khususnya di Mamuju, fokus mengajari siswa agar bisa bernalar dengan baik dan tidak hanya melakukan hafalan rutin.

Kemampuan bernalar ini merupakan kompetensi global yang harus dimiliki generasi emas Indonesia.

“Anak-anak Indonesia harus bisa bernalar dengan baik. Tugas guru terutama guru kelas di sekolah dasar adalah mengajarkan siswa mampu bernalar dengan baik melalui pembelajaran matematika dan membaca,” tegas Sutikno saat membuka Pelatihan untuk Pelatih Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) yang diselenggarakan di MAN 1 Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Acara ini diselenggarakan secara intensif selama 6 hari mulai 2-7 Maret 2026. Kegiatan diikuti sekitar 50 guru baik dari SD maupun Madrasah Ibtidaiyah.

Sejumlah pihak terlibat memberikan dukungan antara lain Dinas Pendidikan Mamuju, Dinas Pendidikan Sulbar, Kanwil Kementerian Agama Sulbar, Bank Indonesia Sulbar, dan Ikatan Guru Mata Pelajaran Matematika (IGMP). Dukungan juga diberikan oleh Anggota DPR RI H.Muhammad Zulfikar Suhardi.

Ditegaskan Sutikno, pelatihan matematika yang diselenggarakan kali ini akan fokus mengajari para guru bagaimana cara mengajarkan matematika kepada siswa dengan baik.

Pedagogi khusus matematika harus diberikan secara lebih spesifik dengan pendekatan yang benar. Di tingkat sekolah dasar, pendekatan pembelajaran paling tepat yaitu konkret-gambar-abstrak.

“Guru harus bisa menggunakan pendekatan konkret-gambar-asbtrak dengan benar. Sebab siswa sekolah dasar tidak bisa memahami hal-hal abstrak secara langsung. Karena itu guru harus membangun nalar siswa melalui hal-hal yang lebih konkret,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber dari Yayasan Penggerak Indonesia Cerdas Dhitta Puti Sarasvati mengaku bahagia melihat guru di Mamuju sangat antusias belajar matematika.

Menurutnya, antusiasme guru belajar kembali merupakan modal besar untuk mengajarkan matematika.

"Jika gurunya antusias, siswa akan termotivasi untuk belajar matematika lebih antusias dan menyenangkan. Pada dasarnya siswa itu anak-anak cerdas. Jika guru mampu mengajarkan matematika dengan benar, siswa akan memiliki kemampuan bernalar dengan baik, “ tegasnya.

Menurut Dhitta, saat ini banyak kelas matematika di sekolah-sekolah Indonesia sepertinya tidak ada belajar matematika.

Para guru mengajarkan matematika tetapi tidak memahami prinsip-prinsip belajar-mengajar matematika.

“Dalam pelatihan intensif ini, setiap guru akan diberi pendidikan bagaimana prinsip-prinsip belajar matematika dengan benar agar di setiap kelas matematika tercermin kegiatan pembelajaran matematika,” katanya.

Dengan pemahaman matematika yang baik, siswa akan mampu berpikir lebih kritis, logis dan sistematis. Siswa juga diajarkan berpikir problem solving agar mampu memecahkan berbagai masalah dalam matematika.

Kelak kemampuan ini akan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kemahiran bermatematika juga melatih kemampuan berpikir analitik.

Berbagai kemampuan ini merupakan kemampuan yang harus dimiliki siswa Indonesia sejak usia sekolah dasar.

"Tanpa kemampuan bernalar yang baik, siswa Indonesia akan terus mengalami ketertinggalan dari anak-anak di seluruh dunia terutama dari berbagai negara maju," pungkas putri ekonom Dr. Rizal Ramli tersebut.

Editor :