JAKARTA – Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melakukan konsolidasi strategis dalam rangka rencana pembukaan sejumlah program studi (prodi) baru melalui audiensi resmi dengan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS), Kementerian Agama Republik Indonesia, Rabu (25/2/2026).
Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Keislaman UTM, Dr. Abdur Rohman, S.Ag., M.E.I., bersama Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Firman Setiawan, M.E.I. Pertemuan ini menjadi bagian dari penguatan aspek regulatif, tata kelola kelembagaan, serta pemenuhan standar nasional pendidikan tinggi keagamaan Islam.
Dalam agenda tersebut, jajaran pimpinan fakultas juga melakukan koordinasi dengan Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Kerja Sama Direktorat PTKI, Dr. Asroi, M.Pd., guna memastikan kesiapan administratif, dokumen akademik, desain kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), serta standar penjaminan mutu sesuai ketentuan yang berlaku.
Dekan Fakultas Keislaman UTM menegaskan bahwa ekspansi akademik dilakukan secara terukur dan berbasis regulasi nasional.
“Pengembangan prodi bukan semata penambahan nomenklatur, tetapi bagian dari konsolidasi mutu dan penguatan kelembagaan agar Fakultas Keislaman UTM memiliki daya saing nasional,” ujarnya.
Selain membahas kesiapan pembukaan prodi baru, Dekan juga menyampaikan undangan resmi dari Rektor UTM, Prof. Safi, S.H., M.H., kepada jajaran Direktorat PTKI untuk berkunjung ke Kampus UTM dalam rangka penguatan sinergi dan pembinaan kelembagaan.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik menyampaikan bahwa seluruh perangkat akademik, kesiapan sumber daya dosen, hingga roadmap pengembangan telah dipersiapkan secara sistematis agar proses pengajuan prodi baru berjalan sesuai standar nasional pendidikan tinggi keagamaan Islam.
Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Kerja Sama PTKI, Dr. Asroi, pada prinsipnya menyampaikan dukungan terhadap rencana pengembangan tersebut. Menurutnya, UTM telah memiliki basis akademik yang kuat melalui Fakultas Keislaman.
“Insya Allah saya akan hadir ke UTM bersama Kasubdit Pengembangan Akademik untuk menindaklanjuti rencana ini,” ungkapnya.
Audiensi ini menjadi bagian dari langkah transformasi akademik Fakultas Keislaman UTM dalam memperluas akses pendidikan Islam berkualitas dan memperkuat posisi kelembagaan di tingkat nasional. Momentum bulan suci Ramadan turut menjadi refleksi spiritual dalam penguatan komitmen menghadirkan pendidikan tinggi keislaman yang unggul secara akademik dan kokoh secara nilai.
Melalui sinergi bersama Kementerian Agama RI, Fakultas Keislaman UTM berharap dapat melahirkan generasi intelektual Muslim yang berilmu, berakhlak, serta berkontribusi bagi kemaslahatan umat dan bangsa.
Editor : Amal Jaelani