Hadir di Paripurna Istimewa HUT Pemprov ke-81, Ning Lia Sebut Jatim sebagai Bangunan Politik Humanis

Reporter : Diday Rosadi
Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur, Lia Istifhama menjawab pertanyaan jurnalis usai menghadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi Pemprov Jawa Timur ke-81 di Gedung DPRD Jatim. foto: dok.B59.

SURABAYA– Anggota DPD RI Lia Istifhama menyebut Jawa Timur sebagai bangunan politik humanis yang harus terus diperkuat melalui kolaborasi kepemimpinan, keberlanjutan pembangunan, dan keberpihakan kepada masyarakat.

Momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah bukan sekadar pencapaian angka, melainkan hasil kerja bersama yang manfaatnya harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga: DPRD Jatim Desak Komdigi Agresif Blokir Judi Daring, Dampaknya Hancurkan Keluarga

Pandangan tersebut disampaikan Ning Lia, sapaan akrab Lia Istifhama, usai menghadiri rapat paripurna istimewa peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, pembangunan Jawa Timur merupakan proses panjang yang dibangun oleh para pemimpin terdahulu dan harus dilanjutkan dengan gagasan baru.

Generasi muda juga perlu mendapat ruang lebih luas untuk mengambil peran melalui inovasi dan kontribusi nyata.

“Semangat Hari Jadi ke-81 ini harus menjadi pijakan untuk terus bergerak maju. Apa yang sudah dibangun para pendahulu perlu kita lanjutkan dengan ide-ide baru dan kerja nyata, terutama dari generasi muda,” ujar Ning Lia.

Ia menegaskan, pembangunan tidak semestinya hanya berorientasi pada keberhasilan individu maupun capaian administratif.

Lebih dari itu, pembangunan harus mampu menyatukan berbagai potensi daerah agar menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam perspektif tersebut, Jawa Timur perlu terus memperkuat pembangunan yang inklusif, mulai dari pengembangan ekonomi perkotaan, sektor sosial dan keagamaan, hingga pertanian serta pemberdayaan masyarakat desa.

Ning Lia juga mengapresiasi kolaborasi kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.

Sinergi keduanya dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan yang mampu menjawab persoalan masyarakat secara menyeluruh.

“Kita melihat bagaimana pasangan pemimpin di Jawa Timur bekerja secara kolaboratif, inklusif, dan benar-benar menyikapi berbagai persoalan masyarakat secara menyeluruh,” katanya.

Ning Lia menilai, karakter humanis dalam pembangunan harus tercermin dari kebijakan yang tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan warga.

Keberhasilan pembangunan, menurutnya, harus diukur dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Poros Muda NU Sebut Ning Lia Politisi Fenomenal, Layak Maju Pilgub Jatim 2029

Salah satu sektor strategis yang menjadi perhatian ialah ketahanan pangan.

Sebagai salah satu penyangga pangan nasional, Jawa Timur memiliki peran penting dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian pangan Indonesia.

Karena itu, dukungan terhadap sektor pertanian perlu terus ditingkatkan, termasuk melalui penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) oleh Pemprov Jatim.

Bantuan tersebut dinilai dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

Namun, Ning Lia mengingatkan bahwa pembangunan sektor pangan tidak cukup hanya melalui penyediaan sarana produksi.

Keberlanjutan program dan dampaknya terhadap kehidupan petani juga harus menjadi perhatian agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Di sisi lain, penurunan angka kemiskinan ekstrem dan meningkatnya jumlah desa mandiri di Jawa Timur juga menjadi capaian yang perlu dipertahankan.

Baca juga: Ning Lia Senator Cantik Pecinta Batik, Konsisten Merawat Warisan Nusantara

Penguatan kemandirian desa dinilai berpotensi membuka peluang ekonomi baru, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok.

Bagi Ning Lia, peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur bukan sekadar seremoni tahunan.

Momentum tersebut harus menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh elemen untuk melanjutkan pembangunan yang berkelanjutan.

Ia berharap Jawa Timur semakin maju dan unggul tanpa meninggalkan prinsip pemerataan serta keberpihakan kepada masyarakat.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan kepemimpinan yang humanis, capaian pembangunan diharapkan tidak hanya tercermin dalam pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam meningkatnya kualitas hidup masyarakat.

“Pembangunan harus menyatukan potensi, membuka ruang bagi generasi muda, dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” demikian semangat yang ditekankan Ning Lia dalam momentum Hari Jadi ke-81 Jawa Timur.

Editor : Diday Rosadi

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru