Senator Idola Gen Z, Santri dan Guru Al Fatimah Berebut Foto Bareng Ning Lia

Reporter : Diday Rosadi
Ning Lia melayani permintaan foto bareng dari guru dan santri di acara harlah ke-20 Pondok Pesantren Al Fatimah, Bojonegoro. foto: dok.b59.

BOJONEGORO – Suasana Harlah ke-20 Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah, Bojonegoro, Minggu (13/9/2026), mendadak semakin riuh ketika Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, tiba di tengah-tengah para santri.

Senator idola Gen Z yang akrab disapa Ning Lia itu langsung mendapat sambutan hangat. Sejumlah santri dan guru bergegas mendekat, berebut bersalaman, menyapa, hingga meminta foto bersama.

Baca juga: Bukan Sekedar Panggung Politik, Ning Lia Istifhama Tokoh Perempuan Jatim yang Konsisten Bawa Aspirasi Masyarakat

Ning Lia pun melayani mereka satu per satu dengan senyum dan sesekali berbincang ringan.

Momen spontan tersebut menghadirkan suasana akrab di tengah perayaan dua dekade perjalanan Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah di Bojonegoro.

Bagi Ning Lia, keceriaan yang terpancar dari wajah para santri memiliki makna tersendiri.

“Santrinya bahagia sekali. Ini menunjukkan bahwa pesantren adalah wajah pendidikan kita. Ada proses edukasi yang bukan hanya memberikan ilmu, tetapi juga menyentuh hati para santri,” ujar politisi cantik tersebut.

Di tengah rangkaian acara yang berlangsung meriah, pemandangan para santri yang terus mendekati Ning Lia untuk sekadar berjabat tangan maupun mengabadikan foto bersama menjadi warna tersendiri.

Baca juga: "Ber-NU Tanpa Ber-PBNU”, Kritik Gus Lilur Terhadap Kepemimpinan PBNU

Sebuah perjumpaan sederhana yang memperlihatkan kedekatan antara seorang senator dan generasi muda pesantren.

Lia mengaku melihat banyak perkembangan di Al-Fatimah. Tidak hanya dari sisi fasilitas dan berbagai pembenahan fisik, tetapi juga kemampuan pesantren mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai pendidikan dan pembentukan karakter.

Menurut Ning Lia, pesantren memiliki tantangan untuk memahami kehidupan generasi muda. Karena itu, pendidikan harus mampu membuat santri nyaman belajar sekaligus memiliki mimpi dan cita-cita besar untuk masa depannya.

Baca juga: Posko Energi Milenial, Tak Sekedar Tempat Singgah Tapi Juga Rumah Kreatifitas Jurnalis

“Pesantren ini memahami kebutuhan zaman. Mereka membaca apa yang dibutuhkan masyarakat dan apa yang diperlukan agar santri terus memiliki cita-cita. Ini yang menurut saya luar biasa,” kata senator pecinta batik

Memasuki usia 20 tahun, Ning Lia berharap Al-Fatimah terus tumbuh menjadi pesantren yang tidak hanya besar secara kelembagaan, tetapi juga semakin kuat pengabdiannya kepada masyarakat.

“Kita mendoakan Pondok Pesantren Al-Fatimah senantiasa berkah, sukses dan jaya, serta terus memberikan pengabdian yang luar biasa untuk bangsa. Semoga reputasinya terus terjaga dan menjadi salah satu pesantren percontohan di Indonesia,” pungkas aktivis muda Nahdlatul Ulama tersebut.

Editor : Diday Rosadi

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru