BEM SI Jatim Gelar Aksi Simbolik di Grahadi, Soroti Ketimpangan Penanganan Bencana

ayojatim.com
BEM SI Jawa Timur menggelar aksi simbolik di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (31/8/2026). Foto: ZA/Ayojatim

SURABAYA, AYOJATIM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) Jawa Timur menggelar aksi simbolik di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (31/8/2026).

Aksi tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus kritik mahasiswa terhadap respons pemerintah dalam menangani bencana di sejumlah daerah.

Baca juga: Jukir Surabaya Tuntut Bagi Hasil 70 Persen, Soroti Setoran Tunai Parkir

Mahasiswa menilai penanganan bencana masih belum merata, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil yang sulit dijangkau.

Ketua BEM Unair, Rizqi Senja, mengatakan kritik tersebut muncul setelah pihaknya turun langsung ke lokasi bencana di Nusa Tenggara Timur pada 26 Agustus 2026.

Menurutnya, meski bantuan pemerintah telah disalurkan, sejumlah wilayah pegunungan dengan akses sulit masih belum sepenuhnya mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.

Baca juga: Siginews.com Gelar FGD "Aksi Massa: Demokrasi atau Anarki?" dalam Rangka HUT ke-1

“Kita melihat negara dapat mengeluarkan dana besar untuk program Makan Bergizi Gratis dan KDMP, namun penanganan bencana justru terhambat dan belum memadai di banyak lokasi,” ujar Rizqi, Senin (30/8/2026).

Aksi simbolik itu dikemas melalui mimbar bebas, orasi terbuka, aksi teatrikal, aksi tak berbunga, dan doa bersama. Masyarakat umum juga diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi.

Mahasiswa kemudian menyampaikan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah mengevaluasi kembali prioritas anggaran, khususnya untuk memastikan kebutuhan dasar dan keselamatan masyarakat terdampak bencana menjadi perhatian utama.

Baca juga: Sosok Abigail Limuria, Aktivis Muda yang Jadi Sorotan di Tengah Aksi Demo

Rizqi menegaskan, kritik mahasiswa bukan bentuk kebencian terhadap pemerintah maupun negara.

“Pak Prabowo, kami mengkritik bukan berarti kami tidak mencintai negara ini. Menyampaikan kebenaran sekalipun menyakitkan justru adalah salah satu bentuk cinta,” tegasnya.

Editor : Amal Jaelani

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru