SURABAYA, AYOJATIM – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di EXCOTEL Design Hotel Surabaya berlangsung dengan cara berbeda. Tak hanya menggelar seremoni kemerdekaan, hotel tersebut mengajak para veteran berbagi cerita perjuangan melalui kegiatan CSR bertajuk “Mixology with Veteran: Meracik Kehangatan, Merangkai Kenangan”.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan EXCOTEL Design Hotel Surabaya, yang berlangsung di The Ramoe Restaurant, Kamis (27/8/2026).
Baca juga: Semarak HUT ke-81 RI di BRI Region 12 Surabaya, Daster Balon hingga Merdeka Cooking Jadi Sorotan
Sebanyak 10 veteran yang mayoritas merupakan Veteran Pembela dan pelaku sejarah langsung hadir dalam kegiatan tersebut.
Para veteran diajak meracik Wedang Jawi, minuman hangat berbahan jahe, lemon, dan sereh. Aktivitas sederhana tersebut menjadi jembatan pertemuan antara generasi masa kini dengan mereka yang pernah berada dalam perjalanan perjuangan bangsa.
Sebelumnya, EXCOTEL juga menggelar upacara kemerdekaan untuk pertama kalinya di rooftop hotel. Kegiatan tersebut diikuti para karyawan dan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas serta kolaborasi kreatif antartim.
Semangat kemerdekaan juga dibawa dalam gathering bersama travel agent yang dikemas melalui berbagai lomba khas Agustusan. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan, baik di lingkungan internal maupun dengan mitra hotel.
General Manager EXCOTEL Design Hotel Surabaya, Odek Damanik, mengatakan kegiatan bersama veteran tidak dirancang sebagai seremoni semata.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi generasi saat ini untuk belajar langsung dari pengalaman para veteran.
“Kami ingin membuat kegiatan yang sederhana tetapi bermakna. Bukan hanya memberikan sesuatu kepada para veteran, tetapi juga memberikan kesempatan kepada kami untuk duduk bersama, mendengarkan cerita mereka, dan belajar dari pengalaman mereka,” ujar Odek, Jumat (28/8/2026).
Odek menilai momentum kemerdekaan menjadi waktu yang tepat untuk kembali mengingat sosok-sosok yang memiliki pengalaman langsung dalam perjalanan sejarah Indonesia.
Baca juga: HUT ke 81 RI, UT Surabaya Ajak Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Belajar dan Terus Berinovasi
“Mereka adalah bagian dari sejarah yang masih bisa kita temui dan dengarkan ceritanya secara langsung. Ini yang menurut kami sangat berharga. Selain itu, mereka sangat enjoy ketika bercerita dan bernyanyi di The Ramoe Restaurant," tambahnya.
Ketua SSA, Adit, mengatakan interaksi langsung dengan veteran memberikan pengalaman berbeda bagi generasi muda dalam memahami sejarah.
“Sejarah jangan hanya dibaca, tetapi juga perlu didengarkan langsung dari orang yang mengalaminya. Para veteran yang hadir adalah pelaku sejarah. Bisa duduk bersama dan mendengarkan cerita mereka menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” ungkap Adit.
Apresiasi juga disampaikan Ketua LVRI Surabaya, Drs. H. Eko Pranoto, S.E., M.M. Ia mengaku senang dapat berkumpul dan mendapat perhatian melalui kegiatan yang dikemas sederhana tersebut.
“Kami senang bisa berkumpul dan mendapatkan perhatian seperti ini. Kegiatannya sederhana, tetapi membuat kami merasa dihargai. Semoga generasi muda terus mengingat perjuangan dan sejarah bangsa," terang Eko Pranoto.
Baca juga: Kokoon Hotel Banyuwangi Kembali Gelar Donor Darah, Kumpulkan 60 Kantong Darah
Pemilihan Wedang Jawi menjadi bagian penting dari konsep “Mixology with Veteran”. Jahe, lemon, dan sereh diracik menjadi minuman hangat yang kemudian dinikmati bersama.
Bagi EXCOTEL, secangkir Wedang Jawi menjadi simbol kehangatan lintas generasi. Dari meja yang sama, para veteran dan generasi muda dapat berbincang, bernyanyi, serta berbagi pengalaman.
Melalui kegiatan tersebut, EXCOTEL Design Hotel Surabaya ingin membawa semangat kemerdekaan melampaui seremoni. Penghargaan kepada veteran diwujudkan melalui ruang interaksi yang memungkinkan cerita perjuangan diwariskan secara langsung kepada generasi berikutnya.
Sebab, secangkir Wedang Jawi mungkin terlihat sederhana. Namun, dari sana dapat tumbuh percakapan, kenangan, dan cerita sejarah yang terus hidup.
Editor : Amal Jaelani