Muktamar ke-35 NU

Gus Kikin dan Mandat Kolektif Jam'iyah, Membawa NU Kembali pada Qanun Asasi

ayojatim.com
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. (Dok. Istimewa).

Ayojatim.com - Gelombang dukungan untuk KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin kian tak terbendung jelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang.

Cicit pendiri NU, KH M. Hasyim Asy'ari, ini dinilai menjadi figur paling komplit untuk memimpin PBNU di abad kedua organisasi.

Baca juga: Dalam Rangka Pembuktian Ucapan di Podcast LP3ES, Gus Lilur Tantang Terbuka Empat Tokoh NU Ngarang Kitab

Sikapnya yang teduh dan jauh dari hiruk-pikuk internal makin memantapkan konsolidasi dari akar rumput, terutama basis terbesar jam'iyah di Jawa Timur.

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng sekaligus Ketua PWNU Jawa Timur ini tak sekadar membawa darah segar dzurriyah pendiri NU.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Aqobah International School (AIS) Jombang, KH A. Junaidi Hidayat, menyebut Gus Kikin punya keunggulan utuh yang jarang dimiliki figur lain.

"Seorang pemimpin NU itu tidak hanya dibutuhkan kapasitas keilmuan agama, tapi harus punya kemampuan manajerial, jaringan, hingga penguatan ekonomi dan pendidikan," ujar Kiai Junaidi.

Latar belakang Gus Kikin sebagai pengusaha dan praktisi media dinilai menjadi modal kuat untuk membawa NU lebih mandiri secara ekonomi tanpa kehilangan sanad keilmuan pesantren.

Baca juga: Jelang Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Aktivis Muda Jakarta Serukan “Jihad Selamatkan NU”

Mandat Kolektif, Bukan Ambisi Pribadi

Pencalonan Gus Kikin pun dipastikan murni aspirasi arus bawah. Kesepakatan PWNU Jatim dan seluruh PCNU se-Jatim pada Juli 2026 lalu menegaskan posisi Gus Kikin sebagai calon tunggal yang diusung dalam satu barisan lurus.

Wakil Rais PWNU Jatim, KH Abdul Matin Djawahir, menegaskan penugasan ini lahir dari musyawarah, bukan dorongan hasrat pribadi. "Kita tanya beliau siap atau tidak, katanya siap. Murni pendapat PCNU. Selain dzurriyah Mbah Hasyim, beliau matang di organisasi, sosoknya teduh, tidak gaduh, dan selalu mementingkan ukhuwah," ungkapnya.

Menanggapi mandat besar tersebut, Gus Kikin memilih meresponsnya dengan tenang. Tanpa kampanye berlebihan, ia terus mempererat silaturahmi dengan para kiai dan tokoh lintas daerah, mulai dari pesantren di Jatim hingga ke Makassar.

Baca juga: Demi Kenyamanan Muktamirin dan Nahdliyin, Senator Lia Istifhama Turun Tangan Lakukan Pengasapan Basmi Nyamuk

"Ini amanah, bukan niat pribadi," tegas Gus Kikin singkat.

Dalam gagasannya, Gus Kikin berkomitmen mengembalikan NU pada fondasi Qanun Asasi, menguatkan politik kebangsaan yang beradab, serta menjaga persatuan di tengah dinamika organisasi.

Kehadiran Gus Kikin membawa angin segar, menjaga muruah PBNU dengan kepemimpinan yang bersih, menyejukkan, dan berakar kuat pada tradisi Tebuireng.

Editor : Zain Ahmad

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru