Wonder Initiative Camp PB Kopri

Senator Lia Istifhama Dorong Kader Perempuan PMII Percaya Diri Ambil Peran Strategis di Ruang Publik

Reporter : Diday Rosadi
Senator Lia Istifhama saat mengisi materi Wonder Initiative Camp PB Kopri di Jombang. foto: dok.b59.

JOMBANG – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), kader perempuan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) didorong untuk semakin percaya diri mengambil peran strategis di ruang publik, termasuk dalam politik, organisasi, dan ekosistem digital.

Pesan tersebut disampaikan Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, saat menjadi narasumber dalam Wonder Initiative Camp yang digelar Pengurus Besar Korps PMII Putri (PB Kopri) di Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Komisioner KPU Jawa Timur Nur Salam, politisi PKB Luluk Nur Hamidah, Wakil Ketua MPR RI Eem Marhamah dan narasumber lainnya. 

Didampingi pula Ketua PB Kopri Wulansari Aliyatul serta Ketua Korcab Kopri PMII Jawa Timur Kholisatul Hasanah  dan lain sebagainya. 

Dalam paparannya, politisi yang akrab disapa Ning Lia itu menyoroti pentingnya perempuan membangun kapasitas, identitas, popularitas, dan integritas secara bersamaan.

Menurutnya, peningkatan keterwakilan perempuan di parlemen menjadi tantangan yang perlu dijawab dengan strategi dan kualitas diri.

“Tren rata-rata global keterwakilan perempuan di parlemen sudah mencapai sekitar 27,5 persen. Karena itu, perempuan harus berani masuk dan mengambil posisi strategis,” ujar Ning Lia yang juga didapuk menjadi senator Idola di Jatim tersebut. 

Ning Lia yang juga Politisi Idola Gen Z itu mengakui, narasi women support women belum selalu berjalan ideal. Dalam perjalanan perempuan menuju ruang publik, masih terdapat tantangan, persaingan, bahkan pihak yang tidak sepenuhnya memberikan dukungan.

“Women support women itu tidak selalu didukung. Ketika ada perempuan yang mulai menyala, tidak semuanya berada di belakang untuk mendukung,” ungkapnya.

Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah itu  kemudian membagikan pengalaman pribadinya dalam membangun popularitas di tengah proses politik.

Menurutnya, popularitas memang penting sebagai bagian dari strategi, tetapi tidak boleh menjadi satu-satunya modal dalam meraih kepercayaan publik.

Ning Lia yang pernah menjadi Putri NU itu menekankan bahwa popularitas harus berjalan beriringan dengan kecerdasan, integritas, dedikasi, dan kemampuan merepresentasikan kepentingan masyarakat.

“Pertanyaannya, apakah kita terpilih hanya karena popularitas atau karena ada integritas dalam proses demokrasi? Apa pun strateginya, kalau kita serius dan berkomitmen, proses itu akan membangun preferensi publik terhadap kita,” jelas Ning Lia.

Kader PMII Diminta Melek Strategi Digital

Ning Lia juga mengajak kader Kopri memahami perubahan pola komunikasi masyarakat, khususnya generasi Z. Menurutnya, ruang digital telah menjadi arena penting dalam membentuk persepsi publik.

Ia mencontohkan kebiasaan pengguna media sosial yang menentukan ketertarikan hanya dalam hitungan detik.

Karena itu, kader organisasi tidak cukup hanya aktif secara konvensional, tetapi juga harus mampu mengemas gagasan agar relevan dengan karakter komunikasi digital.

“Kalau Gen Z melihat konten, mereka akan scroll. Tiga detik pertama harus menarik. Ini bagian dari bagaimana kita masuk dalam agenda setting dan memengaruhi orang,” kata Ning Lia yang disukai generasi muda tersebut. 

Menurut Ning Lia, kemampuan membuat konten bukan sekadar persoalan mengejar popularitas. Lebih jauh, media sosial harus dimanfaatkan untuk memproduksi gagasan, membangun identitas, serta menghadirkan narasi yang memiliki nilai.

“Jangan hanya menjadi konsumen di dunia digital. Kita harus belajar bagaimana menjadi produsen gagasan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan kader Kopri agar tidak terjebak pada standar kecantikan yang dibentuk oleh budaya populer, termasuk tren kecantikan Korea.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan budaya dan identitas sendiri yang dapat menjadi sumber kekuatan perempuan.

“Bisa tidak Indonesia berbicara tentang kecantikan ala perempuan Nahdliyin, dengan kultur kita sendiri? Anggun, berilmu, berintegritas, dan memiliki identitas,” tuturnya.

Perempuan Harus Bicara Lebih dari Sekadar Gender

Lebih lanjut, Ning Lia yang memiliki senyum manis itu mengajak perempuan tidak berhenti pada isu keterwakilan gender.

Ketika sudah mendapatkan posisi strategis, perempuan harus mampu menunjukkan kapasitas dan memberikan dampak nyata.

“Kalau perempuan sudah mewakili perempuan, jangan lagi hanya bicara gender. Isunya adalah bagaimana kita membangun identitas, kapasitas, dan dedikasi,” ujarnya.

Menurut dia, menjadi anggota legislatif, pengurus organisasi, maupun pemimpin bukan semata-mata persoalan posisi. Ada tanggung jawab untuk menjadi representasi masyarakat.

“Ketika menjadi anggota dewan, pertanyaannya bukan hanya bagaimana mendapatkan posisi, tetapi bagaimana menjadi representasi yang benar-benar memiliki dedikasi,” lanjutnya.

Ning Lia berharap kader Kopri mampu memanfaatkan organisasi sebagai ruang pembentukan karakter sekaligus laboratorium kepemimpinan.

Penguatan identitas, kecakapan digital, kemampuan komunikasi, dan integritas dinilai menjadi bekal penting menghadapi tantangan demokrasi ke depan.

Ia juga mengingatkan agar kader tidak terjebak dalam realitas media sosial semata. Dunia digital, kata dia, harus menjadi instrumen untuk memperluas pengaruh positif dan memperkuat keberlanjutan gerakan organisasi.

“Jangan berhenti di dunia media sosial. Kita harus memahami bagaimana narasi dibangun, bagaimana pengaruh bekerja, dan bagaimana organisasi bisa terus hidup melalui proses yang konsisten,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PB Kopri PMII Wulansari Aliyatus Sholihah mengatakan kegiatan Wonder Initiative Camp tersebut menjadi ruang strategis bagi kader Kopri untuk memperkuat kapasitas perempuan muda. 

“Sekaligus mempersiapkan generasi pemimpin yang mampu menjawab tantangan demokrasi dan perubahan ekosistem digital,” pungkasnya.

Editor : Diday Rosadi

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru