Menembus Kabut Zaman: Meneguhkan Janji Pengabdian Polri di Tanah Para Pejuang

ayojatim.com
Upacara Hari Juang Polri di Surabaya yang dipimpin langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Dok. Humas Polda Jatim).

Ayojatim.com - Di bawah rindangnya pepohonan di kawasan Jalan Raya Darmo, Surabaya, derap langkah prajurit menghentak bumi Kota Pahlawan, Jumat (21/8/2026).

Di hadapan Monumen Perjuangan Polri, suasana hening seketika menyelimuti ribuan pasang mata.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, berdiri tegap memimpin Upacara Peringatan Hari Juang Polri 2026, sebuah momentum yang bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan perjalanan melintasi lorong waktu.

Surabaya dan tanggal 21 Agustus memiliki ikatan batin yang tak terpisahkan dari sejarah kepolisian tanah air.

Tepat 81 tahun lalu di kota yang sama, Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin membacakan Proklamasi Polisi Republik Indonesia.

Kala itu, dengan keberanian membaja, barisan polisi menyatakan sikap tegas: melepaskan ikatan dari ikatan kolonial dan berdiri bahu-membahu bersama rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang baru seumur jagung.

Aroma sejarah itulah yang kembali dihirup oleh para Pejabat Utama Mabes Polri, jajaran Polda Jawa Timur, purnawirawan, serta ratusan personel muda yang memadati area monumen.

Di bawah papan bertuliskan tema “Dengan Semangat Hari Juang, Polri untuk Masyarakat Menuju Indonesia Maju,” pesan moral masa lalu bergelora kembali.

Dalam amanatnya, Jenderal Listyo Sigit menegaskan bahwa warisan para pendahulu bukan sekadar artefak sejarah untuk dikenang di museum atau buku teks.

"Nilai keberanian, keteladanan, serta keikhlasan dalam berkorban harus menjadi 'kompas moral' bagi setiap anggota kepolisian di tengah dinamika zaman yang makin kompleks," katanya.

"Polisi modern dituntut untuk hadir bukan sebagai sosok yang ditakuti, melainkan sebagai pelindung yang hangat, pengayom yang adil, dan pelayan yang tulus bagi masyarakat," tambah Jenderal Listyo Sigit.

Sementara lalu lintas di sekitar Jalan Raya Darmo diatur secara situasional oleh personel Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya demi kenyamanan pengguna jalan. Rangkaian upacara di dalam area monumen berlangsung penuh kekhidmatan.

Peringatan Hari Juang Polri 2026 ini pada akhirnya menjadi ruang refleksi diri.

Di tempat sejarah itu pernah diukir dengan keringat dan keberanian, Kepolisian Republik Indonesia kembali meneguhkan janjinya: melanjutkan api perjuangan para pahlawan melalui pengabdian nyata yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh seluruh rakyat Indonesia.

Editor : Zain Ahmad

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru