BANYUWANGI, AYOJATIM.COM – Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura (FKIS UTM) memanfaatkan kegiatan Capacity Building di Banyuwangi sebagai langkah memperkuat kekompakan sivitas akademika sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Kegiatan bertema "Sinergy Building" itu berlangsung selama 16–19 Juli 2026 dan dikemas melalui berbagai agenda akademik, pengabdian masyarakat, hingga kegiatan kebersamaan.
Baca juga: FKIS UTM Luncurkan Tiga Program Unggulan di Milad ke-12, Siap Perluas Rekognisi Internasional
Tak sekadar menjadi ajang mempererat hubungan antarpegawai dan dosen, Capacity Building kali ini juga menjadi bagian dari upaya FKIS UTM membangun budaya "Hidup Berfakultas Keislaman", yakni semangat menjadikan fakultas sebagai rumah bersama yang tumbuh melalui kolaborasi dan rasa memiliki.
Rangkaian kegiatan diawali di Kecamatan Benculuk, Kabupaten Banyuwangi, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dalam kegiatan tersebut, dosen dan tenaga kependidikan hadir langsung di tengah masyarakat untuk berbagi pengetahuan, mempererat silaturahmi, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan manfaat nyata.
Pada kesempatan yang sama, FKIS UTM juga mengenalkan berbagai program studi, prestasi, hingga peluang pendidikan kepada masyarakat.
Promosi kampus diharapkan semakin memperluas akses informasi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Fakultas Keislaman UTM sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang fokus mengembangkan ilmu-ilmu keislaman.
Agenda utama berlangsung melalui Pelatihan Pengembangan SDM bertema "Sinergy Building" yang menghadirkan Dr. Mohammad Thohir sebagai narasumber.
Dalam materinya, ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk membangun budaya "Hidup Berfakultas Keislaman" dengan memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan rasa saling percaya.
Baca juga: Dekan Fakultas Keislaman UTM Ajak Generasi Muda Refleksikan Nilai Idul Adha
Menurutnya, kemajuan sebuah fakultas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kekuatan kerja tim. Perbedaan pandangan seharusnya menjadi ruang lahirnya inovasi, bukan sumber perpecahan.
"Kemajuan fakultas dibangun melalui komunikasi yang baik, saling menghargai, saling percaya, dan kemauan bekerja sama. Jika budaya itu tumbuh, maka fakultas akan semakin siap menghadapi berbagai tantangan," ujar Dr. Mohammad Thohir.
Selain agenda pengembangan SDM, peserta juga mengikuti kegiatan tadabbur alam di sejumlah destinasi wisata Banyuwangi, seperti De Djawatan, Pantai Pulau Merah, dan Taman Nasional Baluran.
Kegiatan tersebut menjadi sarana refleksi sekaligus mempererat ukhuwah antarsivitas akademika. Suasana alam juga diharapkan mampu membangkitkan semangat baru dalam menjalankan tugas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dekan Fakultas Keislaman UTM, Dr. Abdur Rohman, S.Ag., M.E.I., mengatakan Capacity Building bukan sekadar agenda penyegaran, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun organisasi yang semakin profesional dan adaptif.
Baca juga: Krisis Kepemimpinan dan Solusi Maqashid Syariah: Mengembalikan Arah Moral Kepemimpinan
"Alhamdulillahirabbil 'alamin, seluruh rangkaian Capacity Building Fakultas Keislaman berjalan dengan baik. Terima kasih kepada seluruh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, narasumber, dan semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini," ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas SDM, memperluas pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkenalkan FKIS UTM kepada masyarakat yang lebih luas.
"Semoga semangat kebersamaan, komunikasi yang baik, kolaborasi, dan sinergi yang terbangun selama kegiatan ini terus menjadi energi positif untuk menghadirkan inovasi, meningkatkan kualitas layanan, serta mewujudkan Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura yang semakin Mumtaz dan Berkarakter," tuturnya.
Melalui Capacity Building ini, FKIS UTM menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan kualitas SDM, serta memperluas kontribusi kepada masyarakat. Dengan semangat kolaborasi yang terus dijaga, fakultas optimistis mampu menjadi institusi pendidikan yang unggul, adaptif, dan memberikan manfaat bagi umat, bangsa, serta negara.
Editor : Amal Jaelani