BANGKALAN, AYOJATIM.COM - Penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SLB Negeri Keleyan, Kabupaten Bangkalan, Jumat (17/7/2026), berlangsung berbeda. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 0 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menghadirkan pembelajaran interaktif melalui pemanfaatan galon bekas sebagai kolam budidaya ikan lele sekaligus mengenalkan edukasi tanaman untuk melatih kemampuan motorik siswa.
Program tersebut memadukan pembelajaran lingkungan, keterampilan hidup, dan terapi sensorik dalam satu rangkaian kegiatan yang dirancang khusus bagi anak berkebutuhan khusus.
Baca juga: Gubernur Khofifah Komitmen Wujudkan MPLS Ramah Anak, Edukatif, Inklusif dan Anti Bullying
Salah satu inovasi yang diperkenalkan berupa galon air mineral bekas yang dimodifikasi menjadi wadah budidaya ikan lele. Mahasiswa memasang keran di bagian bawah galon sehingga air dapat dikuras dengan mudah tanpa harus mengangkat wadah.
Melalui media sederhana itu, siswa diajak mempraktikkan cara merawat ikan, mulai dari mengganti air kolam mini hingga memberi pakan sesuai kebutuhan. Pendekatan tersebut dibuat sesederhana mungkin agar mudah dipahami dan dilakukan secara mandiri.
Tak hanya mengenalkan budidaya ikan, mahasiswa KKN UTM juga membawa bibit sayuran berusia sekitar satu pekan sebagai media pembelajaran. Para siswa diajak mengenal bagian-bagian tanaman dengan menyentuh daun, batang, media tanam, hingga tanah.
Baca juga: Berbagi Kurma, Tasbih dan Susu di Hari Pertama MPLS, Cara Khofifah Bersapa Siswa Sepulang Haji
Aktivitas tersebut menjadi bagian dari latihan sensorik yang bertujuan merangsang kemampuan motorik halus sekaligus memperkenalkan proses pertumbuhan tanaman.
Mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pemanfaatan limbah organik sebagai pupuk alami sehingga siswa memahami bahwa sisa-sisa organik dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Kepala SLB Negeri Keleyan mengapresiasi kegiatan yang digagas mahasiswa KKN UTM. Menurutnya, inovasi galon bekas dengan tambahan keran membuat proses perawatan ikan menjadi lebih mudah dilakukan oleh siswa.
Selain itu, metode belajar melalui interaksi langsung dengan tanaman dinilai mampu membantu mengembangkan kemampuan motorik sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah.
Kolaborasi tersebut menutup rangkaian MPLS dengan aktivitas yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberi pengalaman belajar yang aplikatif. Melalui inovasi sederhana berbasis barang bekas, mahasiswa KKN UTM berharap siswa memperoleh bekal keterampilan hidup (life skills) sekaligus memahami pentingnya menjaga lingkungan melalui cara-cara yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Editor : Alim Perdana