Menjelang Muktamar ke-35 NU

Silaturahmi ke Pesantren Bina Insan Mulia, Prof Nasar Terima Keris Pandawa Cinarita dari Kiai Imjaz

Reporter : Diday Rosadi
KH Imam Jazuli menghadiahkan Prof Nasar sebuah keris pusaka Cirebon bernama Pandawa Cinarita, yang selama ini tersimpan di ndalem Pondok Pesantren Bina Insan Mulia. foto: istimewa.

CIREBON - Menteri Agama RI sekaligus Rais PBNU, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, melakukan kunjungan dan silaturahmi ke Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon.

Dalam kunjungan tersebut, Menag RI terlibat diskusi mendalam selama hampir tiga jam bersama Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, KH Imam Jazuli, Lc., MA (Imjaz) membahas berbagai isu strategis terkait masa depan Nahdlatul Ulama (NU) menjelang Muktamar ke-35 NU.

Baca juga: Jelang Muktamar Nahdlatul Ulama, Kiai Imjaz dan Gus Muhaimin Bertemu Bahas Dinamika NU

Pertemuan yang berlangsung sejak usai salat Zuhur hingga menjelang Ashar itu berlangsung hangat dan produktif.

Meski Prof. Nasaruddin Umar didampingi sejumlah pejabat Kementerian Agama, di antaranya Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta dan Jawa Barat, Direktur Pendidikan Pesantren, serta beberapa kepala kantor Kemenag daerah, namun sebagian besar diskusi dilakukan secara intensif antara kedua tokoh tersebut.

Baca juga: KH Imam Jazuli Sebut Kiai Said Aqil Siradj Sosok Visioner yang Menggerakkan Masa Depan NU

Sebagai penutup kunjungan, kedua tokoh saling bertukar cenderamata, Prof. Nasaruddin Umar menyerahkan sejumlah buku terbitan terbaru Kementerian Agama.

sementara KH Imam Jazuli menghadiahkan sebuah keris pusaka Cirebon bernama Pandawa Cinarita, yang selama ini tersimpan di ndalem Pondok Pesantren Bina Insan Mulia.

Baca juga: Gus Yahya Apresiasi Inisiasi Kiai Imjaz Siapkan Transformasi Pesantren di Era Disrupsi

Keris tersebut melambangkan keseimbangan, keteguhan moral, dan kewibawaan seorang pemimpin. Dengan dhapur luk lima, Pandawa Cinarita merepresentasikan lima sifat utama yang terinspirasi dari karakter Pandawa, yakni kejujuran, keteguhan, keberanian, kebijaksanaan, dan kelembutan yang saling melengkapi.

“Pusaka ini merupakan simbol harapan agar kepemimpinan selalu berlandaskan nilai moral, kebijaksanaan, dan pengabdian kepada umat. Setiap pusaka yang saya berikan selalu disesuaikan dengan karakter serta kebutuhan penerimanya,” pungkas KH Imam Jazuli. 

Editor : Diday Rosadi

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru