SURABAYA – Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, Musaffa' Safril, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bea Cukai Republik Indonesia dan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.
Apresiasi itu disampaikan atas keberhasilan institusi tersebut mengungkap penyelundupan 3.371,4 kilogram atau sekitar 3,37 ton bunga/pucuk cannabinoid marijuana asal Thailand yang masuk melalui Pelabuhan Internasional Tanjung Priok.
Baca juga: CMK Kuasai 90 Persen Impor Berlian Nasional Lewat Jalur Resmi
Pengungkapan tersebut merupakan hasil operasi gabungan Bea Cukai dan BNN RI yang berhasil membongkar modus penyamaran (false concealment) dengan menyembunyikan narkotika di dalam koper dan gulungan matras lateks.
Operasi yang dikembangkan hingga Gresik dan Purwakarta itu berhasil mengamankan barang bukti 3,37 ton ganja yang diperkirakan menyelamatkan lebih dari 10 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
"Keberhasilan ini bentuk nyata penyelamatan jutaan anak bangsa dari ancaman narkotika. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bea Cukai dan BNN RI atas kerja profesional, sinergis, dan tanpa kompromi dalam membongkar jaringan internasional ini," kata Safril dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, perang melawan narkoba tidak boleh mengenal kompromi. Siapa pun yang menjadikan generasi muda sebagai sasaran bisnis haram narkotika adalah musuh bangsa.
Karena itu, PW GP Ansor Jawa Timur mendukung penuh langkah aparat untuk memburu dan memutus seluruh mata rantai jaringan narkotika, dari pelaku lapangan hingga aktor intelektual di baliknya.
Baca juga: Musaffa' Safril Ketua Ansor Jatim, Penggerak Pemuda dan Penggerak Ekonomi Masyarakat
Musaffa juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kader Ansor dan Banser, untuk memperkuat ketahanan sosial melalui edukasi dan kepedulian terhadap bahaya narkoba.
"Menjaga generasi dari narkotika adalah ikhtiar menjaga masa depan Indonesia. Tidak boleh ada ruang sedikit pun bagi bandar narkoba di negeri ini. Melindungi generasi bangsa adalah harga mati," tegasnya.
Editor : Diday Rosadi