JAKARTA – Pembebasan jurnalis foto Thoudy Badai, mendapat apresiasi dari Pengurus Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat. Pewarta foto Republika sekaligus anggota PFI Jakarta tersebut sebelumnya sempat ditahan saat menjalankan tugas dalam misi kemanusiaan, internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.
PFI Pusat menyampaikan rasa syukur yang tidak terhingga, serta apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bahu-membahu berupaya menyelamatkan dan membebaskan para Jurnalis yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.
Baca juga: PFI Kecam Penahanan Jurnalis Republika oleh Militer Israel di Perairan Internasional
Upaya kolektif, penyebaran informasi yang masif, menggelar aksi damai solidaritas di daerah, serta doa yang tidak putus-putus dari anggota PFI di seluruh Indonesia menjadi kekuatan besar dalam mengawal proses pembebasan Thoudy Badai hingga kembali dengan selamat.
Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo, menegaskan bahwa aksi solidaritas ini menjadi bukti nyata kuatnya ikatan persaudaraan sesama pewarta foto di Indonesia. Profesinya bukan sekadar pekerjaan, melainkan sebuah keluarga besar yang saling menjaga.
"Sikap satu rasa dan satu jiwa yang ditunjukkan oleh seluruh anggota PFI di seluruh Indonesia membuktikan bahwa kita tidak akan pernah membiarkan satu pun anggota berjuang sendirian. Kami sangat menghormati dedikasi, sinergi, dan ketulusan rekan-rekan di daerah yang berdiri bersama dan bersuara nyaring untuk keselamatan saudara kita," ujar Dwi Pambudo.
Baca juga: Kolabarasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) dan Astagraphia, Luncurkan Buku APFI 2026
Dwi Pambudo juga kembali mengingatkan mengenai posisi hukum para jurnalis khususnya pewarta foto yang sedang bertugas di wilayah penugasan atau area konflik. Keselamatan pewarta foto merupakan hal mutlak yang tidak bisa ditawar.
"Pewarta foto bukanlah kombatan dalam konflik. Perlindungan terhadap keselamatan mereka saat menjalankan tugas jurnalistik adalah harga mati yang dilindungi secara tegas oleh hukum internasional," tambah Dwi.
Baca juga: APFI 2026 Jadi Ruang Semangat Pewarta Foto di Tengah Disrupsi Media
PFI Pusat mengimbau seluruh pewarta foto di Indonesia untuk tetap solid, menjaga keselamatan dalam bertugas, dan terus memegang teguh kode etik jurnalistik di mana pun berada.
PFI Pusat juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Republik Indonesia khususnya Kementerian Luar Negeri yang telah melakukan langkah diplomasi agresif. Apresiasi serupa disampaikan kepada jajaran redaksi Republika, seluruh lembaga kemanusiaan, serta seluruh Warga Negara Indonesia atas solidaritas dan doa yang luar biasa.
Editor : Amal Jaelani