Catatkan Sejarah ! Pertama Kali di Indonesia, Paskibra Tingkat Provinsi Melibatkan Siswa SD, SMP, dan SMA Terintegrasi

Reporter : Diday Rosadi
Gubernur Khofifah memberi selamat kepada siswa SD yang menjadi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) pada Peringatan Hardiknas 2026 di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya. foto: KIP for ayojatim.

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pelaksanaan Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Upacara itu menghadirkan inovasi melalui Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) gabungan murid SD, SMP, dan SMA serta penampilan murid Sekolah Rakyat (SR) yang mampu berpidato dalam lima bahasa.

Baca juga: Gubernur Khofifah Beli Sapi Jenis Belgian Blue untuk Hewan Kurban Tahun ini

Upacara Hardiknas tahun ini mencatatkan sejarah baru, di mana untuk pertama kalinya di Indonesia, pengibar bendera pada upacara tingkat provinsi melibatkan siswa lintas jenjang, bahkan dipimpin oleh komandan barisan dari siswa sekolah dasar (SD).

“Ini luar biasa. Baru pertama kali di Indonesia, Paskibra tingkat provinsi melibatkan siswa SD, SMP, dan SMA secara terintegrasi. Bahkan komandan barisannya dari siswa SD. Ini menunjukkan kualitas dan kepercayaan diri anak-anak kita sangat luar biasa,” ujar Khofifah.

Menurutnya, kualitas fisik para siswa juga menunjukkan perkembangan positif.

Baca juga: Hardiknas 2026, Gubernur Khofifah Komitmen Perkuat Posisi Jatim Menjadi Barometer Pendidikan Nasional

Ia menyoroti bahwa tinggi badan siswa SD yang terlibat bahkan sudah setara dengan siswa SMP dan SMA, yang menjadi indikator penting peningkatan kualitas gizi anak.

“Kalau kita lihat, siswa SD kita sudah setinggi siswa SMP dan SMA. Ini menunjukkan bahwa asupan gizi anak-anak kita sudah semakin baik. Ini adalah investasi besar bagi masa depan generasi kita,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga mengaku terharu menyaksikan penampilan lima murid Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Mojokerto yang membacakan pidato dalam lima bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Inggris, Jepang, Jerman, dan Arab.

Baca juga: Gubernur Khofifah Terima Penghargaan dari Mendagri di Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX

Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan di Jawa Timur terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat global.

"Dari anak-anak di sekolah rakyat ini mampu menyampaikan pidato dalam lima bahasa, Jerman, Jepang, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan tentunya Bahasa Indonesia, ini luar biasa," pungkasnya.

Editor : Diday Rosadi

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru