Gubernur Khofifah Bangun Kolaborasi Keuangan Syariah Hingga Layanan Remitansi Pekerja Migran Indonesia Asal Jatim

Reporter : Diday Rosadi
Gubernur Khofifah bersama CEO Maybank Islamic Berhad, Mohamad Yasin bin Abdullah di Kuala Lumpur, Malaysia. foto: KIP for ayojatim.

KUALA LUMPUR – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong penguatan sektor perbankan syariah sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Komitmen tersebut disampaikan saat pertemuan strategis dengan CEO Maybank Islamic Berhad, Mohamad Yasin bin Abdullah, yang berlangsung di Kuala Lumpur sebagai rangkaian misi dagang dan investasi Jawa Timur - Malaysia, dalam rangkaian kunjungan kerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Malaysia, Rabu (29/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Khofifah bersama Dirut Bank Jatim dan Kadis Penanaman Modal dan Investasi menyambut baik peluang kerja sama antara Bank Jatim dan Maybank Group sebagai bagian dari aliansi strategis yang tidak hanya berorientasi pada aspek komersial, tetapi juga memperkuat layanan keuangan syariah yang inklusif dan berbasis nilai.

“Kami menyambut baik inisiatif kerja sama ini sebagai bagian dari aliansi strategis yang tidak hanya berorientasi pada aspek komersial, tetapi juga memperkuat layanan keuangan yang inklusif dan berbasis nilai,” kata Khofifah.

Tokoh Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini menekankan pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan Bank Jatim, khususnya dalam pengembangan unit usaha syariah yang didukung oleh sumber daya manusia profesional dengan kompetensi di bidang Islamic finance.

“Kami ingin unit usaha syariah di Bank Jatim diperkuat dengansumber daya manusia yang benar-benar memiliki latar belakang pendidikan Islamic finance, bukan sekadar transformasi dariperbankan konvensional. Ini penting untuk memastikan kualitas dan integritas layanan keuangan syariah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan bahwa sinergi ini juga akanmemperkuat peran Bank Jatim sebagai Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama lima bank pembangunan daerah lainnya.

Skema ini dinilai strategis dalam memperluas captive market, memperkuat kolaborasi antarwilayah, serta meningkatkan skalaekonomi layanan perbankan daerah.

Selain itu, inovasi digital melalui pengembangan layanan J-Connect generasi ketiga juga menjadi bagian penting dalam mendorong inklusi keuangan, khususnya dalam memperluas akses layanan bagi masyarakat, termasuk masyarakat Jawa Timur yang berada di Malaysia. 

“Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat transformasi Bank Jatim menjadi institusi keuangan yang adaptif, kompetitif, dan mampu menjangkau masyarakat lebih luas,” imbuhKhofifah.

Sementara itu, CEO Maybank Islamic Berhad, Mohamad Yasin bin Abdullah, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Gubernur Khofifah untuk melakukan pertemuan di tengah agenda kunjungan kerja di Malaysia. 

Ia menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi dan penjajakan kerja sama yang sebelumnya telah dilakukan antara Bank Jatim dan jajaran direksi Maybank di Indonesia.

Dalam paparannya, Yasin menyampaikan bahwa Maybank Group saat ini merupakan lima besar institusi keuangan syariah di dunia, dengan portofolio pembiayaan syariah mencapai sekitar 74 persen dari total portofolio grup.

“Maybank Group saat ini berada pada posisi sebagai salah satu Islamic Banking terbesar di dunia. Kami melihat Jawa Timur sebagai wilayah yang sangat strategis, baik dari sisi demografi maupun geostrategis,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti potensi besar pengembangan ekosistem industri halal sebagai bagian dari strategi ekspansi keuangan syariah global.

Menurutnya, penguatan industri halal tidak hanya mencakup aspek produk, tetapi juga sistem layanan keuangan yang mendukung seluruh rantai nilai industri.

“Industri halal memiliki potensi besar untuk memperluas pasar keuangan syariah. Kami melihat peluang sinergi yang kuat dengan Jawa Timur dalam membangun ekosistem halal yang komprehensif,” jelasnya.

Maybank Group turut mengapresiasi strategi bisnis Bank Jatim melalui skema KUB serta inovasi digital yang dinilai mampu memperkuat layanan keuangan inklusif di tingkat regional.

Rencana sinergi dan pengembangan bersama Bank Jatim untuk transaksi remitansi para Pekerja Migran Indonesia dari Jawa Timur maupun dari provinsi wilayah KUB, diharapkan dapat meningkatkan layanan serta keamanan transaksi remitansi dimaksud.

Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan dari kedua belah pihak, antara lain Director Maybank Indonesia Shariah Banking Romy Buchari, Head of Shariah Wealth & Halal Ecosystem Azzady bin Jamaluddin, Head of New Markets Strategy Salem Ghandour, Head Transaction Banking Cash Maybank Indonesia Christian Kurniawan.

Kemudian, Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Timur Dyah Wahyu Ermawati, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, Komisaris PT. SIER Indra N. Fauzi, serta SVP International Banking Division Bank Jatim Hening Triujianti.

Editor : Diday Rosadi

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru