Momen Hari Kartini, Dini Rahmania Bicara Emansipasi, Mulai Sosok R.A. Kartini, Malahayati Hingga Gubernur Khofifah

Reporter : Diday Rosadi
Hj. Dini Rahmania, Anggota DPR RI Fraksi NasDem. foto: istimewa.

SURABAYA - Hari kelahiran R.A. Kartini pada 21 April selalu diperingati sebagai momentum emansipasi perempuan.

Politisi Partai NasDem, Dini Rahmania bicara tentang emansipasi perempuan, mulai R.A. Kartini, Laksamana Malahayati, hingga Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Baca juga: Semangat Kartini dari Dapur Luminor Hotel Sidoarjo, Ajak Perempuan Berkreasi Lewat Tantangan Misteri

Menurut anggota parlemen dari Fraksi NasDem itu, emansipasi perempuan bukan sekadar soal setara, tapi juga soal kesempatan.

Dini mengatakan, perempuan punya ruang untuk tumbuh, didengar, dan berperan tanpa dibatasi.

"Inti dari emansipasi itu sederhana, perempuan diberi kesempatan yang sama untuk berkembang dan memberi manfaat," kata Anggota Komisi VIII DPR RI itu, Selasa (21/4/2026).

Dini menegaskan Kartini adalah sosok inspirasi emansipasi perempuan. Ia menyebut Kartini itu pembuka jalan.

Sebab, kalau hari ini perempuan bisa sekolah, bekerja, bahkan memimpin. Itu karena ada Kartini yang dulu berani berpikir berbeda. 

Baca juga: Momentum Hari Santri 2025, Ning Dini Dorong Kesetaraan Kesejahteraan Guru Madrasah dengan Sekolah Umum

"Tugas kita sekarang bukan lagi membuka jalan seperti R.A. Kartini. Tapi melanjutkan dan mengisi jalan itu dengan karya nyata," tutur alumnus Unair FISIP Unair ini.

Dini juga bicara Laksamana Malahayati, sosok tokoh perempuan pejuang Indonesia. Dini melanjutkan, kalau Kartini identik dengan pemikiran, Malahayati itu simbol keberanian. 

Sosok Malahayati menunjukkan bahwa perempuan juga bisa berdiri di garis depan. Bahkan dalam situasi yang paling berat. 

"Malahayati mengajarkan bahwa perempuan tidak hanya kuat secara hati, tapi juga kuat dalam tindakan," terangnya.

Baca juga: Rachmat Gobel Bicara Teknologi dan Industrialisasi Berlandaskan Pancasila di Unair

Dini pun bicara tentang perempuan era modern, diantaranya Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya, Khofifah adalah contoh nyata perempuan pemimpin yang tangguh. 

Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini menilai Khofifah punya pengalaman panjang. Ia mampu menunjukkan bahwa perempuan bisa memimpin dengan kuat tapi tetap mengedepankan sisi kepedulian.

"Ini penting, karena kepemimpinan perempuan sering kali lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat," pungkas Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo tersebut.

Editor : Diday Rosadi

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru