SGN dan APTRI Gelar Halal Bihalal 1447 H di Probolinggo, Pererat Kerja Sama Industri Gula

Reporter : AM Lukman J
SGN dan APTRI gelar Halal Bihalal di Probolinggo, perkuat sinergi dengan petani tebu demi keberlanjutan industri gula nasional. Senin (13/4/2026). Foto: Humas SGN

PROBOLINGGO - Suasana hangat pasca-Idulfitri 1447 Hijriah terasa kental di Balai Pertemuan PG Wonolangan, Kabupaten Probolinggo, Senin (13/4/2026). 

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menggelar Halal Bihalal bersama para petani tebu rakyat dalam sebuah pertemuan yang tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi ruang temu, dialog, dan refleksi antara perusahaan dan mitra strategisnya di sektor hulu industri gula.

Baca juga: PT SGN Gelar FGD Strategis, Bahas Upaya Perkuat Tata Kelola dan Pengamanan Aset

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina APTRI Arum Sabil, Ketua Umum DPN APTRI Soemitro Samadikun, serta Ketua DPD APTRI Jawa Timur Sunardi Edi Sukamto.

Kehadiran para tokoh tersebut bersama puluhan mitra petani tebu yang tergabung dalam APTRI dari 33 pabrik gula di bawah naungan PT SGN menciptakan suasana kebersamaan yang kuat, mencerminkan soliditas dan peran penting petani dalam menopang keberlangsungan industri gula nasional.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menekankan bahwa Halal Bihalal memiliki makna lebih dari sekadar tradisi tahunan. Momentum ini, menurutnya, menjadi kesempatan untuk memperkuat jalinan komunikasi, membangun kepercayaan, sekaligus melakukan evaluasi terhadap perjalanan kemitraan yang telah terjalin.

Ia menyampaikan, keberhasilan industri gula tidak dapat dilepaskan dari kontribusi para petani tebu sebagai mitra utama perusahaan. Oleh karena itu, hubungan yang harmonis, terbuka, dan saling memahami menjadi fondasi penting dalam menghadapi dinamika dan tantangan ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Mahmudi juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh mitra dan pemangku kepentingan.

Baca juga: Momentum Setelah Idul Fitri dan Makna Halal Bi Halal, Antara Kejujuran Hati dan Pencitraan Sosial

“Ini adalah momentum saling memaafkan. Saya mohon maaf kepada Bapak Ibu, mitra semuanya, stakeholder semuanya. Saya kira masih banyak ketidakcepatan kami dalam memfasilitasi, serta keterbatasan kami dalam menjawab keinginan-keinginan dari mitra dan stakeholder,” ujarnya dengan nada reflektif.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan komitmen manajemen untuk terus berbenah. Mahmudi menyebut, berbagai catatan dan masukan dari petani akan menjadi bahan evaluasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat respons, serta menghadirkan kebijakan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan di lapangan.

Lebih dari itu, Halal Bihalal ini juga menjadi ruang konsolidasi dalam menyongsong musim giling yang akan datang.

Baca juga: Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Ulama dan Akademisi Probolinggo KH Mohammad Ramli Syahir Tutup Usia

Sejumlah isu strategis, mulai dari peningkatan produktivitas tebu, efisiensi operasional, hingga penguatan dukungan terhadap petani, menjadi bagian dari perhatian bersama yang membutuhkan sinergi berkelanjutan.

Di tengah tantangan industri yang semakin kompleks, kebersamaan yang terbangun dalam forum ini diharapkan mampu menjadi energi kolektif untuk memperkuat kolaborasi antara perusahaan dan petani. Tidak hanya dalam aspek produksi, tetapi juga dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani sebagai bagian integral dari ekosistem industri gula nasional.

Melalui kegiatan ini, PT SGN kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemitraan dengan petani tebu rakyat. Sinergi yang terjalin diyakini menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan industri gula, sekaligus mendukung upaya mewujudkan ketahanan pangan berbasis gula di Indonesia.

Editor : Amal Jaelani

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru