SURABAYA - Fakultas Desain Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya menggelar Pekan Desain 2026 sebagai wadah pengembangan kreativitas bagi siswa SMA/SMK. Mengusung tema “Kreativitas Generatif & Tradisi Visual”, kegiatan ini memadukan workshop dan kompetisi dalam satu rangkaian acara edukatif.
Berbeda dari lomba pada umumnya, Pekan Desain menghadirkan konsep pembelajaran langsung sebelum kompetisi dimulai. Peserta mendapatkan pembekalan dasar serta fasilitas perlengkapan dari panitia, sehingga dapat fokus pada proses eksplorasi ide dan karya.
Baca juga: iSTTS dan RLD Gelar Bootcamp AI, Cetak Talenta Digital Siap Hadapi Era Kecerdasan Buatan
Terdapat dua kategori lomba utama yang diikuti peserta.
Pertama, Batik Jumputan (ikat celup/tie-dye) yang mengajak peserta mengeksplorasi motif dan warna sebagai bagian dari kekayaan tradisi visual Indonesia.
Kedua, Sketch to 3D Product, yakni perancangan ide produk melalui sketsa yang dikembangkan menjadi konsep tiga dimensi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Melalui dua kategori tersebut, panitia tidak hanya menilai hasil akhir karya, tetapi juga menekankan proses berpikir desain sebagai kompetensi utama di bidang Desain Komunikasi Visual dan Desain Produk.
Kegiatan ini telah dilaksanakan pada Rabu, 8 April 2026, di kampus ISTTS Surabaya, mulai pukul 08.30 hingga 13.00 WIB.
Selain pengalaman belajar aplikatif, peserta juga berkesempatan meraih total hadiah belasan juta rupiah, sertifikat, serta fasilitas konsumsi selama acara berlangsung.
Hingga Selasa (7/4/2026), tercatat sebanyak 51 peserta dari berbagai SMA/SMK di Surabaya telah mendaftar. Menariknya, kegiatan ini tidak dipungut biaya alias gratis dengan kuota terbatas.
Pekan Desain ISTTS diharapkan menjadi jembatan bagi pelajar untuk mengenal dunia desain lebih dekat, sekaligus mendorong minat generasi muda dalam mengembangkan potensi di sektor industri kreatif.
Editor : Amal Jaelani