Resmi Dibuka Gubernur Khofifah

Talenta Prestasi Murid Jatim 2026, Ribuan Murid Siap Merebut Prestasi Terbaik Tingkat Nasional dan Internasional

Reporter : Diday Rosadi
Gubernur Khofifah, Kadindik Jatim Aries Agung Paewai dan Ustad Das'ad Latif saat pembukaan Ajang Talenta Prestasi Murid Jawa Timur 2026 di Airlangga Convention Center Surabaya. foto: KIP for ayojatim.

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi membuka Ajang Talenta Prestasi Murid Jawa Timur 2026 di Airlangga Convention Center Surabaya, Sabtu (4/4/2026).

Ribuan murid terbaik Jatim siap untuk berlaga dan merebut prestasi terbaik di tingkat nasional hingga internasional.

Ajang ini tentunya menjadi langkah strategis Pemprov Jatim dalam memperkuat ekosistem pendidikan berbasis prestasi.

Juga sekaligus menargetkan capaian Juara Umum pada berbagai kompetisi bergengsi tingkat nasional yang diselenggarakan pemerintah pusat, hingga dapat meraih prestasi ke tingkat internasional.

Untuk nasional yang ditargetkan juara umum diantaranya Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).

Selain itu, Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Lomba Kompetensi Siswa (LKS), Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI), serta Lomba Debat Indonesia (LDI).

"Mudah-mudahan ajang talenta Jawa Timur bisa menghasilkan talenta-talenta berprestasi luar biasa tidak hanya tingkat provinsi tapi juga berjaya di tingkat nasional dan akan melaju di tingkat internasional," jelasnya.

Gubernur Khofifah berharap Ajang Talenta Prestasi Murid Jatim 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan berbasis prestasi, serta melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.

“Melalui ajang ini, kita ingin memastikan bahwa setiap talenta terbaik Jatiin mendapat ruang untuk berkembang dan berprestasi. Karena dari sinilah kita membangun generasi emas yang akan membawa Jawa Timur dan Indonesia semakin maju,” kata Gubernur Khofifah.

Gubernur Khofifah berharap dengan adanya ajang talenta ini murid-murid Jatim merasa mendapatkan peluang dan apresiasi yang besar dari Pemprov Jatim untuk mengembangkan talenta.

“Karena mendapatkan apresiasi bahkan dengan talenta yang dimiliki mencapai prestasi bisa dimanfaatkan untuk masuk PTN di jalur prestasi SNBP, maka kenapa Jatim selalu terbanyak secara nasional masuk PTN jalur SNBP karena kepedulian pemerintah akan talenta-talenta dari para murid hebat Jatim,” jelasnya.

Oleh karena itu, Jatim juga terus mencatatkan prestasi membanggakan dengan sebanyak 29.406 murid asal Jawa Timur dinyatakan lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026.

Berdasarkan pengumuman resmi data SNBP 2026 di snpmb.id yang dirilis Selasa (31/3), sebanyak 29.046 siswa asal Jawa Timur diterima dari total 108.122 pendaftar.

Posisi kedua ditempati Jawa Barat dengan 18.365 siswa diterima dari 130.373 pendaftar, disusul Jawa Tengah dengan 16.326 siswa diterima dari 99.825 pendaftar.

Selanjutnya, Sumatera Utara berada di posisi keempat dengan 13.136 siswa diterima dari 57.270 pendaftar, serta Aceh di posisi kelima dengan 8.589 siswa diterima dari 20.442 pendaftar.

“Capaian tersebut menempatkan Jatim sebagai provinsi dengan jumlah siswa terbanyak diterima PTN jalur SNBP secara nasional, sekaligus mempertahankan posisi tersebut selama tujuh tahun berturut-turut terhitung sejak tahun 2019 hingga 2026,” jelasnya.

Menurut Khofifah, hal ini menjadi penegas bagi Jawa Timur sebagai barometer pendidikan dan prestasi.

SNBP menjadi motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan prestasi akademik maupun prestasi lainnya.

Ia juga menyebut strategi pemetaan yang dilakukan sekolah terutama guru terbukti efektif dalam meningkatkan peluang kelulusan dalam SNBP.

“Pemetaan yang dilakukan sekolah mampu memberikan gambaran peluang, tingkat keketatan program studi, hingga perangkingan siswa. Ini menjadi kunci peningkatan penerimaan setiap tahun,” katanya.

Tak hanya unggul dalam SNBP, Gubernur Khofifah menambahkan bahwa Jatim juga menjadi provinsi terbanyak secara nasional yang lolos dengan pelamar Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).

Sebanyak 40.213 murid Jawa Timur pemegang KIP-K mendaftar SNBP, dan 8.915 diantaranya dinyatakan diterima.

Di bawahnya, Sumatera Utara mencatat 6.275 siswa diterima dari 24.030 pendaftar, Jawa Barat 5.572 siswa dari 39.559 pendaftar, Aceh 5.139 siswa dari 11.274 pendaftar, dan Jawa Tengah 4.778 siswa dari 35.089 pendaftar.

“Catatan ini menjadi kabar baik bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Karena ini mengecilkan gap yang ada dalam akses pendidikan tinggi. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak di Jawa Timur yang putus sekolah karena alasan ekonomi. Program KIP-K adalah salah satu instrumen penting untuk itu," pungkasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai mengatakan ribuan murid berprestasi di Jawa Timur mengikuti ajang talenta tahun 2026. 

"Tahun 2025 dari tujuh ajang prestasi yang dilaksanakan Kemendikdasmen, empat menjadi juara umum tingkat nasional.

Lalu tahun 2024 meraih juara umum dari tiga lomba yang dilaksanakan Kementerian pusat dan tahun 2025 mendapatkan empat sekaligus juara umum di tingkat nasional. Tentu tahun 2026, target kita di tujuh ajang prestasi akan kita raih menjadi juara umum," ungkapnya. 

Menurut Aries, tanpa dukungan dan perhatian Gubernur Khofifah, tidak mungkin bisa pendidikan Jatim mencapai tujuh tahun berturut-turut menjadi yang terbanyak masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur SMBP. 

“Terima kasih Ibu gubernur mendukung sehingga insyaallah dari ajang prestasi kita bisa membuktikan bahwa Jawa Timur selalu menjadi barometer prestasi nasional," ujarnya. 

Khusus golden tiket tahun 2026 melalui jalur dari kementerian pendidikan dasar menengah dan juga pemerintah provinsi Jawa Timur, Aries menyebut ada 206  murid yang mendapatkan golden tiket masuk perguruan tinggi negeri, belum termasuk dari Kementerian agama baik pondok pesantren maupun dari MA baik negeri dan swasta.

"Alhamdulillah tahun ini golden tiket yang diterima anak-anak kita meningkat. Tentu kita berharap anak-anak yang berprestasi semakin banyak mendapatkan golden tiket untuk masuk di perguruan tinggi negeri," jelasnya. 

Tidak hanya itu, atas inisiasi Gubernur Khofifah sekaligus dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional dilaksanakan bedah rumah bagi guru dan tenaga kependidikan se Jawa Timur.

Ada sebanyak 38 rumah yang kita bedah rumah dan nantinya pada tanggal 2 Mei Gubernur Khofifah akan meninjau secara langsung rumah-rumah yang dibedah. 

"Guru dan tenaga pendidikan mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah provinsi Jawa Timur bahwasanya bukan hanya murid-murid yang berprestasi, tetapi kita berharap guru-gurunya juga mendapatkan perhatian dari pemerintah provinsi Jawa Timur melalui bedah rumah yang kita lakukan," ungkapnya. 

Lebih lanjut, Gubernur memberikan bantuan rehabilitasi terhadap ruang kelas SMK 1 Ampelgading Malang yang seminggu kemarin roboh. 

“Gubernur memberikan bantuan secara langsung senilai Rp 100 juta kepada SMK 1 Ampelgading untuk segera direhabilitasi dan diperbaiki sehingga bisa digunakan satu bulan ke depan untuk perbaikannya," ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen Maria Veronika mengapresiasi ajang talenta daerah yang dilaksanakan Jatim disambut semangat dan antusias murid-murid sehingga tidak heran seringkali prestasi diborong Jatim. 

"Yang dilakukan Jatim bagian implementasi peraturan menteri pendidikan dasar dan menengah nomor 25 tahun 2025 tentang manajemen talenta murid serta Implementasi Kemendikdasmen nomor 6 tahun 2026 tentang standart penyelenggaraan ajang yang menjadi wadah bagaimana kebijakan tingkat pusat dan daerah serta sekolah harus dilaksanakan dalam rangka manajemen talenta murid," jelasnya. 

Ia menyebut, pendaftar OSN tahun 2026 sebanyak 9.046 ribu seluruh Indonesia dan seleksi di Jatim meningkat 20 persen.

Bersiap saingan merata semakin menunjukkan sekolah turut berpartisipasi dalam ajang ini dan menjadi daya tarik tersendiri. Lalu OPSI tahun 2026 diikuti 19 ribu proposal tingkat nasional.

FLS3N dan debat mengalami peningkatan pendaftar sebanyak 36 persen. Tentu semakin kompetitif dan siapkan mental dengan baik. 

"Selamat berkompetisi dan jangan takut untuk berusaha sebab perlu penguatan mental tapi saya yakin kalian semua mampu berkompetisi tingkat nasional dan internasional," jelasnya. 

Dalam kegiatan itu, Gubernur Khofifah juga meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, menyerahkan bantuan biaya pendidikan murid Jatim dan turut meluncurkan program bedah rumah khusus untuk tenaga pendidik dan kependidikan.

Editor : Diday Rosadi

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru