Berkomitmen Dorong UMKM naik Kelas, Salah Satu Sosok Figur Ini Aktif Dampingi UMKM Tembus Pasar Ekspor

Reporter : AM Lukman J
Jalian Setiarsa (Arso), Direktur CV Bolu Ketan Mendut & Tenaga Teknis Bidang Standardisasi Produk, Akses Pasar, dan Promosi Ekspor di Export Center Surabaya. Foto: Dok-pribadi/Ayojatim

SURABAYA - Komitmen mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas terus digencarkan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Export Center Surabaya.

Salah satu figur yang aktif mengawal proses tersebut adalah Jalian Setiarsa, akrab disapa Arso, yang merupakan Direktur CV Bolu Ketan Mendut, sekaligus tenaga teknis bidang standardisasi produk, akses pasar, dan promosi ekspor di Export Center Surabaya.

Baca juga: Export Center Surabaya Buka Export Marketing Coaching 2026, Program Gratis untuk UMKM Siap Tembus Pasar Global

Arso dikenal sebagai pelaku usaha sekaligus pendamping UMKM yang berpengalaman dalam pengembangan produk olahan pangan. Melalui perusahaannya, CV Bolu Ketan Mendut, ia memproduksi merek camilan “Its Me Time Snack” dengan varian unggulan brownies ketan crunchy biskuit. Produk tersebut telah mengantongi legalitas PIRT, Halal, SNI, hingga HACCP.

Tidak hanya sukses di pasar domestik seperti Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, produk yang dipimpinnya juga telah menembus pasar internasional, antara lain Hong Kong, Turki, Singapura, Australia, dan Malaysia.

Sejumlah penghargaan turut diraih, di antaranya Juara 1 IKM Award 2019, Produk Terbaik BUMN 2020, serta SNI Award selama tiga tahun berturut-turut sejak 2021 hingga 2023.

Dukung UMKM Naik Kelas

Pada 2026, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Export Center Surabaya kembali menghadirkan program Export Marketing Coaching (Beginning & Start Up Class). Program ini dirancang untuk mendorong UMKM agar lebih siap bersaing di pasar global melalui penguatan kapasitas pemasaran ekspor.

Arso terlibat aktif dalam program tersebut sebagai tenaga teknis pendamping. Menurutnya, banyak UMKM memiliki produk berkualitas, namun belum memahami standar ekspor, strategi penetrasi pasar, maupun tata kelola bisnis internasional.

“UMKM kita punya potensi besar. Tinggal bagaimana didampingi agar memenuhi standar, memahami regulasi, dan mampu membaca kebutuhan pasar global,” ujarnya.

Baca juga: Dari Proyek Internasional hingga UMKM Lokal, Puji Kurniawan Jadi Tokoh Anak Muda Inspiratif di Dunia Digital

Rangkaian Kegiatan Export Center Surabaya Maret 2026

Program Export Marketing Coaching 2026 resmi dimulai pada 4 Maret 2026 secara hybrid di Kampus UPN Veteran Jawa Timur Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh pelaku UMKM yang tengah merintis ekspor maupun yang baru memulai persiapan.

Selanjutnya, pada 30–31 Maret 2026, digelar sesi coaching bersama UMKM mitra binaan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya yang berlangsung di Gedung Siola. Kegiatan tersebut difokuskan pada pendalaman strategi akses pasar, penyusunan dokumen ekspor, hingga peningkatan kualitas dan standardisasi produk.

Arso menekankan bahwa keberhasilan ekspor tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga konsistensi produksi, kemasan, branding, serta kesiapan administrasi dan sertifikasi.

“Ekspor bukan sekadar kirim barang ke luar negeri. Ada proses panjang yang harus dipersiapkan secara matang. Karena itu, pendampingan menjadi kunci,” katanya.

Baca juga: Pengabdian FEB UNAIR Bantu UMKM Perempuan Manggarsari Tingkatkan Daya Saing

Sinergi Pemerintah dan Pelaku Usaha

Kehadiran figur seperti Arso dinilai memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha. Dengan pengalaman langsung sebagai eksportir sekaligus pendamping, ia mampu menjembatani kebutuhan UMKM dengan standar pasar internasional.

Program Export Marketing Coaching 2026 diharapkan melahirkan lebih banyak UMKM berorientasi ekspor, sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.

Pemerintah menargetkan program ini menjadi salah satu instrumen strategis untuk meningkatkan kontribusi UMKM terhadap nilai ekspor nasional.

Editor : Amal Jaelani

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru