SURABAYA – Mengawali tahun 2026, Dekan Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Dr. Abdur Rohman, S.Ag., M.EI, berharap tahun ini menjadi momentum penguatan inovasi, kolaborasi, serta capaian akademik yang semakin progresif di lingkungan Fakultas Keislaman.
Menurutnya, tantangan pendidikan tinggi ke depan menuntut institusi akademik untuk adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai fundamental, khususnya nilai keislaman yang moderat dan inklusif. Hal ini sejalan dengan komitmen Fakultas Keislaman UTM dalam meningkatkan mutu pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung semangat kampus berdampak.
“Fakultas Keislaman harus menjadi ruang akademik yang produktif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Dr. Abdur Rohman.
Akademisi Visioner dan Pemimpin Inklusif
Dr. Abdur Rohman, yang akrab disapa Abdurrachman Tsanie, dikenal sebagai sosok akademisi visioner dengan dedikasi tinggi terhadap pengembangan pendidikan tinggi Islam.
Kepemimpinannya di Fakultas Keislaman UTM tidak hanya ditopang oleh kompetensi keilmuan, tetapi juga integritas, keteladanan, serta komitmen kuat pada nilai-nilai keislaman yang relevan dengan konteks modern.
Latar belakang keilmuannya di bidang studi Islam dan ekonomi Islam membentuk cara pandang yang holistik. Ia mengintegrasikan dimensi spiritual, akademik, dan sosial dalam berbagai kebijakan fakultas, termasuk penguatan kualitas sumber daya manusia, riset aplikatif, serta pembentukan karakter mahasiswa.
Di kalangan sivitas akademika, Abdurrachman Tsanie dikenal sebagai pribadi yang rendah hati, komunikatif, dan terbuka terhadap dialog. Ia meyakini bahwa kemajuan institusi hanya dapat dicapai melalui kolaborasi, keterbukaan, dan semangat kebersamaan.
Jejak Pendidikan dan Pengabdian
Lahir di Banyuwangi pada 15 Agustus 1974, Dr. Abdur Rohman menapaki perjalanan intelektualnya dari lingkungan pendidikan lokal hingga dunia akademik nasional dengan fondasi pesantren yang kuat. Pendidikan dasar dan menengah ia tempuh di Banyuwangi, sebelum kemudian memperdalam keilmuan Islam melalui tradisi kepesantrenan.
Pada periode 1996–2002, ia turut berperan dalam pendirian Pesantren Modern Al-Azhar Sumenep. Pendidikan formalnya diselesaikan di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Al-Amien Prenduan (S1, 2002), Program Magister Ekonomi Islam (S2, 2004), dan Program Doktor di UIN Sunan Ampel Surabaya (S3, 2012).
Sebelum menjabat sebagai Dekan, Dr. Abdur Rohman juga pernah mengemban amanah sebagai Wakil Dekan Fakultas Keislaman UTM periode 2016–2020. Ia aktif dalam berbagai forum kajian ekonomi Islam, seperti Pusat Studi Ekonomi Syariah, SEFIS, FOSEI, FORDEBI, dan IAEI.
Aktif Menulis dan Berkarya Ilmiah
Selain dikenal sebagai pendidik, Dr. Abdur Rohman juga aktif sebagai penulis dan editor di berbagai majalah, buletin, dan jurnal kajian keislaman, antara lain Majalah Qalam, Al-Wafa’, Al-Hikam, serta menjadi penyunting dan penasehat sejumlah jurnal dan forum studi ekonomi Islam.
Sejumlah karya ilmiah dan buku telah dipublikasikannya, di antaranya Ekonomi al-Ghazali: Menelusuri Konsep Ekonomi Islam dalam Ihya Ulum al-Din, Teori Kebocoran, Majmu’at al-Ahadits al-Iqtishodiyah, serta berbagai buku ajar seperti Etika Bisnis Islam, Manajemen Sumber Daya Insani, Kewirausahaan Islam, hingga Filsafat Ekonomi Islam.
Melalui peran akademik, kepemimpinan, dan kontribusi keilmuannya, Dr. Abdur Rohman terus mendorong Fakultas Keislaman UTM menjadi pusat pengembangan keilmuan Islam yang adaptif, berdaya saing, dan tetap berpijak pada nilai-nilai luhur keislaman.
Fakultas Keislaman UTM mengusung tagline “Mumtaz Berkarakter” sebagai komitmen menghadirkan pendidikan Islam yang unggul dan bermakna. Mumtaz berarti unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sementara Berkarakter menegaskan pembentukan kepribadian Islami yang berakhlak, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Melalui perpaduan keunggulan akademik dan nilai-nilai keislaman, Fakultas Keislaman berupaya mencetak lulusan yang kompeten, berdaya saing, serta mampu memberi kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.
Editor : Amal Jaelani