SURABAYA – PT Merdeka Copper Gold Tbk (IDX: MDKA) menggelar Merdeka Rescue Challenge (MER-C) pada 11–17 Agustus 2025 di area tambang emas Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur.
Ajang ini menjadi wadah bagi tim ERT (Emergency Response Team) dari seluruh anak usaha grup MDKA untuk menguji dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.
Baca juga: Solidaritas Bencana, Grup Merdeka Donasi Hampir Rp1 Miliar untuk Sumatra
MER-C, yang bertaraf internasional, mengusung tema “Tumbuh Bersama dengan Profesional dan Andal untuk Memperkuat Kesiapsiagaan Tanggap Darurat”.
Kompetisi ini diikuti oleh tim ERT dari berbagai unit usaha Merdeka, termasuk Tambang Emas Tujuh Bukit (Banyuwangi), Tambang Tembaga Wetar (Maluku Barat Daya), Tambang Nikel Konawe (Konawe), Merdeka Tsingshan Indonesia (Morowali), Pani Gold Project (Gorontalo), dan Merdeka Mining Servis.
ERT merupakan tim khusus yang bertugas menangani dan merespons situasi darurat di perusahaan tambang, seperti kecelakaan kerja, kebakaran, bantuan kemanusiaan, serta bencana alam.
Melalui MER-C, anggota ERT dapat mengasah keterampilan dan kesiapan menghadapi berbagai skenario darurat yang menguji ketangguhan, kecepatan, dan kekompakan tim.
Baca juga: EMAS Amankan Kredit US$350 Juta, Tambang Emas Pani Targetkan Produksi Perdana Awal 2026
Kategori lomba yang diperlombakan meliputi Individual Skill Combat, Confined Space Rescue, Fire & Road Accident Rescue, dan High Angle Rescue.
Instruktur dan juri dalam MER-C berasal dari asosiasi ERT berstandar internasional, seperti International Mines Rescue Body (IMRB), Queensland Fire and Emergency Service, West Rescue, serta Perhimpunan Tanggap Darurat di Bidang Pertambangan dan Energi Indonesia (Pertapindo).
Kehadiran mereka memastikan kompetisi berlangsung profesional, objektif, dan sesuai standar tinggi.
Baca juga: Tambang Emas Pani Siap Beroperasi Awal 2026, EMAS Genjot Produksi Emas Nasional
“Ajang MER-C bukan sekadar lomba ketangkasan. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan profesionalisme tim dalam penanganan tanggap darurat di seluruh grup Merdeka yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Deddy Mustika, OHS Compliance Manager PT Merdeka Copper Gold.
Dalam praktik kesiapsiagaan ERT, Merdeka mencatat penurunan jumlah kasus Lost Time Injury (LTI) dari empat kasus pada 2023 menjadi tiga kasus pada 2024, dengan Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR) turun dari 0,09 menjadi 0,07.
Capaian ini mencerminkan meningkatnya komitmen perusahaan terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kompetisi MER-C diharapkan dapat semakin memperkuat budaya K3 dan mencegah potensi kecelakaan kerja yang dapat mengakibatkan cedera.
Editor : Alim Perdana