MALANG - Batalyon Infanteri 5 Marinir (Yonif 5 Marinir) melaksanakan latihan menembak Senjata Bantuan Infanteri (Senbanif) di Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 4 Purboyo, Malang Selatan.
Latihan tersebut merupakan bagian dari Latihan Perorangan Kesenjataan (LPK) Triwulan II Brigif 2 Marinir Tahun Anggaran 2025.
Baca juga: Setahun Jaga Perbatasan RI–PNG, Prajurit Marinir Kembali ke Satuan
Para prajurit berlatih menembak berbagai jenis senjata bantuan infanteri, mulai dari senjata lintas lengkung seperti mortir kaliber 60 mm dan 81 mm, hingga senjata peluncur granat GLM dan MGL.
Untuk senjata lintas datar, latihan meliputi penggunaan GPMG, Minimi, K3 Daewoo, Rocket Launcher RPG 7, dan senapan sniper.
Mayor Marinir Teguh Pristiyanto Dwi S, Komandan Yonif 5 Marinir, menegaskan pentingnya latihan ini.
"Latihan menembak Senbanif bukan hanya bagian dari program LPK, tetapi juga upaya untuk mempertahankan dan mengasah naluri tempur prajurit Korps Marinir, khususnya Yonif 5 Marinir," tegasnya.
Latihan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan operasional dan kemampuan tempur prajurit tetap terjaga.
Kemampuan mengoperasikan berbagai jenis senjata bantuan infanteri sangat krusial bagi kesiapan tempur satuan infanteri.
Baca juga: Panglima TNI Resmi Jadi Warga Kehormatan Korps Marinir dalam HUT ke-80
Latihan ini memastikan prajurit Yonif 5 Marinir tetap terampil dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas.
Dengan latihan yang intensif dan terukur, diharapkan prajurit Yonif 5 Marinir mampu menjalankan tugasnya dengan profesional dan optimal.
Editor : Alim Perdana