ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Bukan Sekadar Panggung Politik, Ning Lia Istifhama Tokoh Perempuan Jatim yang Konsisten Bawa Aspirasi Masyarakat

avatar Diday Rosadi
  • URL berhasil dicopy
Ning Lia Istifhama, Senator RI asal Jawa Timur dikenal cerdas, cantik, humble dan merakyat. Ia salah satu tokoh perempuan yang diprediksi memimpin Jawa Timur di masa depan foto: ayojatim/ist.
Ning Lia Istifhama, Senator RI asal Jawa Timur dikenal cerdas, cantik, humble dan merakyat. Ia salah satu tokoh perempuan yang diprediksi memimpin Jawa Timur di masa depan foto: ayojatim/ist.

SURABAYA – Pengamat politik dari Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), Baihaki Sirajt, menilai Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, sebagai salah satu tokoh perempuan yang memiliki kiprah positif di Jawa Timur.

Menurut Baihaki, kiprah Senator RI asal Jatim yang akrab disapa Ning Lia itu tidak berhenti pada pernyataan atau wacana politik.

Kepeduliannya terhadap masyarakat, kata dia, terlihat dari keterlibatan langsung dalam menyerap persoalan warga sekaligus memperjuangkannya melalui jalur pemerintahan.

“Kepedulian Lia Istifhama terhadap perjuangan nasib masyarakat, UMKM, perempuan, itu nyata lewat perjuangan jalur pemerintahan, termasuk juga tidak segan-segan turun langsung ke masyarakat untuk mendengar langsung keluh kesah masyarakat serta mencoba memberikan solusi,” jelas Baihaki, Selasa (15/9/2026).

Baihaki menilai pola kerja tersebut menjadi penting bagi seorang wakil daerah. Sebab, ukuran kiprah politik tidak hanya dilihat dari seberapa sering seorang pejabat menyampaikan pernyataan di ruang publik, tetapi juga dari sejauh mana aspirasi masyarakat dapat dibawa ke ruang kebijakan.

“Jadi bukan hanya bicara tentang masyarakat, tetapi bagaimana persoalan yang ditemukan di lapangan kemudian diperjuangkan melalui jalur pemerintahan,” ujarnya.

Menurut Baihaki, perhatian Lia terhadap masyarakat memiliki cakupan yang cukup luas. Mulai dari UMKM dan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan perempuan, perlindungan ibu dan anak, pendidikan inklusif, lingkungan, hingga kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.

Di sektor UMKM, misalnya, Lia mendorong pelaku usaha agar tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing produk lokal.

Langkah tersebut dinilai relevan karena UMKM bersentuhan langsung dengan kehidupan ekonomi masyarakat.

Ketika pelaku usaha kecil memperoleh akses teknologi, pasar, pendampingan dan regulasi yang memadai, manfaatnya tidak hanya dirasakan pemilik usaha, tetapi juga keluarga dan lingkungan di sekitarnya.

Perhatian itu juga mencakup UMKM kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. Lia mendorong agar kelompok tersebut mendapatkan dukungan regulasi sekaligus ruang pasar yang lebih kuat.

Perhatian terhadap ekonomi kerakyatan juga terlihat dari keterlibatan Lia dalam isu pertanian dan pemberdayaan masyarakat.

Rekam jejak organisasinya antara lain berada di Fatayat Jawa Timur dan DPD Perempuan Tani HKTI Jawa Timur.

Baihaki juga menilai pemberdayaan perempuan menjadi salah satu karakter yang cukup menonjol dalam kiprah Lia.

Menurutnya, pemberdayaan perempuan tidak cukup dimaknai sebatas peningkatan partisipasi dalam kegiatan sosial.

Lebih dari itu, perempuan perlu mendapatkan akses yang setara terhadap pendidikan, kesehatan, peluang ekonomi, kepemimpinan dan ruang pengambilan keputusan.

Pandangan tersebut sejalan dengan aktivitas Lia yang dalam berbagai kesempatan mengangkat isu perempuan, pemuda, UMKM, pesantren dan pemberdayaan masyarakat.

Kiprahnya juga mendapat apresiasi melalui penghargaan The Inspirational Women Leadership and Community Empowerment pada Radar Jember Award 2026.

Perhatian Lia tidak berhenti pada pemberdayaan perempuan. Isu perlindungan ibu dan anak serta pendidikan juga menjadi bagian dari perhatian yang dibawanya.

Dalam bidang pendidikan, Lia mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekankan pentingnya kesetaraan akses pendidikan, termasuk bagi anak penyandang disabilitas.

Perhatian terhadap pendidikan juga tidak hanya berkaitan dengan fasilitas. Lia turut menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif, termasuk dalam menghadapi ancaman kekerasan terhadap pelajar.

Bagi Baihaki, rangkaian isu tersebut menunjukkan adanya keterkaitan antara persoalan yang dibawa Lia dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Makanya wajar bila Lia Istifhama mendapat respons positif atas kiprahnya. Itu juga dibuktikan dalam beberapa survei yang dilakukan ARCI,” ujar Baihaki.

Ia menilai respons masyarakat terhadap seorang figur politik pada akhirnya tidak dapat dilepaskan dari rekam jejak dan konsistensi kerja.

Seorang wakil rakyat, menurutnya, tidak cukup hanya hadir ketika momentum politik berlangsung.

Kehadiran akan lebih bermakna ketika seorang pejabat publik mampu menemui masyarakat, mendengar persoalan secara langsung, kemudian membawa aspirasi tersebut ke ruang kebijakan.

Dalam konteks itu, Lia dinilai memiliki kekuatan dalam menghubungkan persoalan akar rumput dengan fungsi senator di tingkat nasional.

Persoalan UMKM, perempuan, pendidikan, kesehatan, lingkungan hingga kelompok rentan tidak berhenti sebagai kegiatan sosial atau agenda seremonial.

Isu tersebut dapat ditempatkan sebagai bagian dari agenda kebijakan yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Hal itu yang membuat kiprah Lia dinilai memiliki karakter tersendiri. Ia tidak hanya membangun komunikasi dengan masyarakat, tetapi juga berupaya menjadikan persoalan yang ditemukan di lapangan sebagai bahan perjuangan melalui jalur pemerintahan.

Dengan rekam jejak tersebut, Lia dapat dipandang sebagai senator perempuan yang dekat dengan UMKM dan ekonomi kerakyatan, memberi perhatian kepada masyarakat kecil, mendorong pemberdayaan perempuan, serta membawa isu perlindungan anak, pendidikan dan lingkungan ke ruang kebijakan.

Pada akhirnya, ukuran seorang politisi bukan semata popularitas atau jabatan yang dimiliki.

Yang lebih penting adalah bagaimana kewenangan tersebut digunakan untuk menyerap aspirasi, memperjuangkan kepentingan masyarakat dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan warga.

"Konsistensi pada ruang itulah yang menjadi salah satu alasan kiprah Lia mendapat respons positif dari masyarakat Jawa Timur," pungkas Baihaki.

Editor :

Berani Bicara, Selamatkan Sesama
News   

Berani Bicara, Selamatkan Sesama

Kekerasan seksual, eksploitasi perempuan dan anak, hingga gelapnya benang merah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), kini masih mengintai Jawa Timur.…