Penuh Haru Untag Surabaya Kukuhkan 1.654 Wisudawan dalam Wisuda ke-13. Satu Mahasiswa Lulus in Absentia

Prosesi wisuda Untag Surabaya, Minggu (31/8/2025). Foto: Humas Untag Surabaya
Prosesi wisuda Untag Surabaya, Minggu (31/8/2025). Foto: Humas Untag Surabaya

SURABAYA - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali menggelar Wisuda ke-131 yang berlangsung selama dua hari, 30–31 Agustus 2025.

Pada hari pertama, prosesi wisuda diikuti lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), serta Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC).

Sementara itu, hari kedua diperuntukkan bagi Fakultas Vokasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Hukum (FH), dan Fakultas Psikologi.

Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, menyampaikan rasa bangganya atas capaian para lulusan dan berharap mereka mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Wisuda ke-131 bukan hanya perayaan kelulusan, tetapi juga refleksi atas perjalanan panjang universitas dalam mencetak insan berilmu, berkarakter, dan berintegritas.

“Kampus ini telah menjadi ruang tumbuh yang membentuk kalian melalui perjuangan akademik, dinamika organisasi, maupun tempaan karakter. Kalian tidak sekadar lulus, melainkan telah tumbuh menjadi patriot intelektual yang siap berkiprah di dunia nyata,” ujarnya, Minggu (31/8/2025).

Para mahasiswa dan mahasiswi Untag Surabaya berpose bersama pasca wisudaPara mahasiswa dan mahasiswi Untag Surabaya berpose bersama pasca wisuda

Sebanyak 1.654 wisudawan dari delapan fakultas resmi dikukuhkan dalam acara wisuda kali ini. Hal ini, sekaligus menjadi momen penting dalam perjalanan akademik Untag Surabaya melalui  bersejarah ini.

Rangkaian wisuda turut dimeriahkan penampilan seni dari SMA Negeri 6 Surabaya dan SMA 17 Agustus 1945 yang membawakan tarian daerah.
Suasana semakin semarak dengan kolaborasi musikal mahasiswa Untag Surabaya.

Turut hadir Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, yang menyampaikan apresiasinya atas prestasi Untag Surabaya. Menurutnya, Untag Surabaya tercatat sebagai perguruan tinggi pertama yang berhasil melaksanakan Program Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT).

Keberhasilan tersebut sekaligus menjadikan Untag Surabaya sebagai kampus yang membangun komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan kondusif, dan bisa menjadi kebanggaan sivitas akademikanya

"Kampus ini telah menjadi role model sekaligus tolok ukur pelaksanaan program tersebut,” ungkapnya.

Dalam Gelaran wisuda, Dewan Pembina Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 Surabaya, Drs. Djarot  Saiful Hidayat, M.S juga hadir dan memberikan motivasi kepada para wisudawan Untag Surabaya.

“Kalian telah dibentuk karakternya juga telah diberikan ilmu pengetahuan selama perkuliahan, maka kalian pasti bisa menghadapi segala tantangan yang ada di masyarakat,” katanya.

Acara wisuda ini juga jug menjadi momen istimewa bagi dua dosen berprestasi yaitu Dr. Ar. Andarita Rolalisasi, dari Program Studi Arsitektur menerima Novi Andari, S.S., M.Pd., dari Program Studi Sastra Jepang. Keduanya telah mengharumkan nama universitas melalui karya akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dr. Ar. Andarita Rolalisasi, dari Program Studi Arsitektur mendapat apreasi berupa penghargaan di Bidang Penelitian, sementara Novi Andari, S.S., M.Pd., dari Program Studi Sastra Jepang meraih Penghargaan Sinta Skor Tertinggi Tahun 2025.

Penghargaan tersebut juga diharapkan menjadi inspirasi bagi dosen lain untuk terus berinovasi dan berkontribusi nyata.

Selain kedua dosen tersebut, Untag Surabaya juga memberikan penghargaan kepada karya termenarik versi media massa yang dinilai unik dan berdampak.

Diantaranya adalah Yulia Rahmawati, mahasiswi dari Prodi Teknik Industri yang menciptakan model sistem dinamis guna tercapainya ketahanan pangan berkelanjutan. Penghargaan juga diberikan kepada Wahyu Enggar Jati, Mahasiswa dari Prodi Teknik Informatika yang menciptakan sistem pendingin dan penerangan guna meningkatkan produktivitas peternakan ayam petelur.

Selain itu, Iqbal Gilang Prastio, Mahasiswa dari Prodi Teknologi Listrik, juga berhasil meraih penghargaan berkat karyanya dalam membuat training kit PLC pengisian tangki otomatis.

Namun, momen bahagia ini juga diwarnai suasana haru. Karena, salah satu wisudawan bernama Firman Febriansyah, mahasiswa dari Prodi Teknik Elektro, dinyatakan lulus secara in absentia karena telah meninggal dunia sebelum prosesi wisuda.

Rektor bersama jajaran pimpinan universitas memberikan penghormatan khusus atas perjuangan dan dedikasi almarhum selama menempuh pendidikan.

Menutup rangkaian acara, Rektor Untag Surabaya turut menyampaikan empati atas berbagai kerusuhan yang tengah terjadi di Indonesia.

“Kita semua tentu berduka melihat apa yang saat ini terjadi di negeri ini. Karena itu, kami berpesan kepada para lulusan agar selalu lantang membela kebenaran, menjaga persatuan, dan menghadirkan kontribusi nyata demi terwujudnya Indonesia yang lebih baik,” pungkas Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho.

Editor : Amal Jaelani