SURABAYA – Fakultas Keislaman (FKIS) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) memperkuat kompetensi akademik mahasiswa Program Magister Ekonomi Syariah melalui kegiatan Academic Writing dan Capacity Building di Hotel Morazen Surabaya, 17–18 Oktober 2026.
Mengusung tema “Mencetak Magister Ekonomi Syariah yang Unggul, Produktif, dan Berdaya Saing melalui Academic Writing dan Capacity Building”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah sekaligus mengembangkan kapasitas personal dan profesional.
Baca juga: Fakultas Keislaman UTM Gelar Workshop AI, Perkuat Kompetensi Dosen di Era Digital
Materi Academic Writing disampaikan Dr. Luluk Latifah, S.E., M.E., dari Universitas Muhammadiyah Surabaya. Sementara itu, sesi Capacity Building menghadirkan Dr. Muhammad Thohir.
Melalui materi penulisan ilmiah, mahasiswa mendapat penguatan dalam menyusun argumentasi akademik, mengembangkan gagasan penelitian, menggunakan referensi secara tepat, serta menyiapkan artikel untuk publikasi ilmiah. Keterampilan tersebut diharapkan mendukung penyelesaian tesis dan meningkatkan produktivitas publikasi mahasiswa.
Adapun Capacity Building diarahkan untuk mengembangkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, kolaborasi, kedisiplinan, dan daya saing mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik maupun profesional.
Dekan FKIS UTM, Dr. Abdur Rohman, S.Ag., M.E.I., menegaskan bahwa mahasiswa magister perlu memiliki orientasi akademik yang melampaui pencapaian gelar.
"Mereka diharapkan mampu menghasilkan penelitian dan gagasan yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan serta menjawab persoalan masyarakat," ungkapnya.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengikuti perkuliahan dan menyelesaikan tesis.
Baca juga: Mahasiswa Ekonomi Syariah UTM Borong Lima Gelar Internasional
"Perlu membangun tradisi intelektual melalui kegiatan membaca, meneliti, menulis, dan memublikasikan hasil penelitian," tambahnya.
Program Magister Ekonomi Syariah, lanjutnya, memiliki peran strategis dalam mengembangkan pemikiran dan praktik ekonomi syariah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Isu penguatan industri halal, pengembangan keuangan syariah, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemerataan kesejahteraan dapat menjadi ruang pengembangan riset mahasiswa.
Hasil penelitian diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi rekomendasi kebijakan, inovasi kelembagaan, maupun solusi atas persoalan ekonomi di tengah masyarakat.
Abdur Rohman juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam menghasilkan karya ilmiah.
Baca juga: Fakultas Keislaman UTM Gandeng POSDHESI, Perkuat Riset dan Publikasi Hukum Bisnis Syariah
"Produktivitas publikasi, menurutnya, harus berjalan seiring dengan kejujuran akademik, orisinalitas, etika, dan tanggung jawab keilmuan," pungkasnya.
Penguatan kompetensi akademik tersebut menjadi bagian dari upaya FKIS UTM membangun budaya riset yang produktif dan kolaboratif. Mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial.
Melalui kegiatan Academic Writing dan Capacity Building, FKIS UTM meneguhkan komitmennya mencetak lulusan magister ekonomi syariah yang unggul dalam keilmuan, produktif dalam penelitian, berdaya saing dalam publikasi, serta mampu berkontribusi bagi masyarakat.
Komitmen tersebut sejalan dengan semangat Mumtaz Berkarakter, yakni membangun keunggulan akademik yang berpijak pada integritas, etika, dan kemaslahatan.
Editor : Amal Jaelani