Program Bongkar Ratoon & Kucuran Rp9 Triliun, Petani Tebu Apresiasi Langkah Mentan Kejar Swasembada Gula

Reporter : AM Lukman J
Para petani tebu saat bongkar ratoon di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026). Foto: SGN/Ayojatim

SURABAYA, AYOJATIM.COM – Dukungan penuh pemerintah terhadap percepatan swasembada gula nasional mendapat sambutan hangat dari kalangan petani tebu di Jawa Timur.

Melalui program Bongkar Ratoon, bantuan bibit unggul, hingga pengolahan lahan gratis, para petani optimistis produktivitas tebu nasional bakal melonjak signifikan.

Baca juga: Pemerintah Targetkan Swasembada Gula Dua Tahun, PT SGN Fokus Tingkatkan Produktivitas Tebu

Apresiasi tersebut disampaikan oleh para petani tebu di Banyuwangi. Mereka mulai menerapkan teknologi modern melalui penggunaan alat tanam mekanis sebagai bagian dari peremajaan tanaman (bongkar ratoon) untuk mendongkrak hasil panen.

Perwakilan petani tebu, salah satunya adalah Sunardi Edy Sukamto, yang mengungkapkan bahwa serangkaian kebijakan dan bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan dampak langsung yang sangat terasa di tingkat tapak.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas perhatian dan dukungan yang luar biasa. Program bongkar ratoon, bantuan bibit gratis, hingga pengolahan lahan tanpa biaya sangat membantu mengurangi beban biaya budidaya kami," ujar Sunardi, Jumat (24/7/2026).

Baca juga: Panen Tebu Bersama KSAU di PG Semboro, PT SGN Perkuat Ekosistem Industri Gula Nasional

Guna mempercepat pencapaian target swasembada pangan dan gula, Kementan juga akan mengalokasikan anggaran besar mencapai sekitar Rp9 triliun. Alokasi tersebut difokuskan untuk mendorong produktivitas sektor pertanian dari hilir ke hulu.

Selain membebaskan biaya pengolahan lahan dan membagikan bibit unggul secara cuma-cuma, para petani berharap modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) dapat terus diperluas pada periode mendatang.

"Insyaallah, kami berharap tahun depan Bapak Menteri Pertanian dapat kembali memberikan bantuan berupa traktor kepada kelompok tani. Dengan mekanisasi yang lebih baik, pekerjaan di lapangan jauh lebih cepat, efisien, dan biaya produksi bisa ditekan," tambah Sunardi.

Baca juga: PG Assembagoes Capai Kapasitas Giling 5.500 TCD, Perkuat Target Swasembada Gula Nasional

Mereka juga sangat yakin bahwa keberlanjutan dukungan pemerintah yang disinergikan dengan stakeholder terkait seperti PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), akan menjadi kunci utama memuluskan jalan Indonesia menuju kemandirian gula.

Dengan modernisasi pertanian dan program peremajaan lahan tebu yang terintegrasi, para petani menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas hasil panen demi menopang ketahanan pangan nasional.

Editor : Amal Jaelani

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru