GRESIK, AYOJATIM.COM - Mengelola dan membesarkan bisnis keluarga membutuhkan lebih dari sekadar injeksi modal atau strategi finansial. Keberlanjutan entitas usaha lintas generasi rupanya sangat bergantung pada budaya kerja dan apresiasi terhadap sumber daya manusia.
Prinsip manajerial menjadi sorotan utama dalam diskusi para pelaku usaha di pabrik PT Ares Kusuma Raya, Gresik. Agenda diskusi dan kunjungan pabrik gagasan Connectpedia mempertemukan para eksekutif untuk membedah strategi pertumbuhan bisnis manufaktur cokelat.
Baca juga: Connectpedia Kupas Regenerasi Bisnis Keluarga Lewat CEO Talk di Pasuruan
Direktur PT Ares Kusuma Raya Tjan Erlis Erfina menegaskan perjalanan panjang membangun perusahaan penuh dengan dinamika. Kunci utama mempertahankan pertumbuhan bisnis adalah komitmen beradaptasi dengan tren pasar serta menanamkan nilai kemanusiaan sejak fase perintisan.
"Karyawan bukan sekadar dipandang sebagai tenaga kerja, tetapi manusia yang dihargai, dipercaya, dan diberi ruang bertumbuh," ujar Erlis.
Baca juga: Connectpedia Ajak Pengusaha Lokal Intip Dapur Produksi NAIL2000
Kepemimpinan yang memanusiakan pekerja terbukti melahirkan loyalitas, lingkungan kerja sehat, dan fondasi kuat bagi perusahaan.
Pembuktian sistem operasional turut diperlihatkan langsung kepada peserta melalui tur fasilitas produksi. Para pemilik usaha mengamati ketatnya alur manufaktur, mulai dari pengolahan bahan baku hingga sistem pengendalian mutu.
Baca juga: Connectpedia Ajak Pengusaha Bongkar Growth Strategy di Pabrik NAIL2000
Keseimbangan antara target komersial dan nilai kemanusiaan mutlak diperlukan untuk memastikan kelangsungan hidup perusahaan. CEO SLC Marketing Inc. sekaligus Founder Connectpedia Sandy Wahyudi menilai fondasi sistem dan kepemimpinan yang tangguh mempermudah terwujudnya ekspansi jangka panjang.
Melalui inisiatif wadah komunitas, para pengusaha didorong untuk saling membagikan praktik terbaik. Ekosistem kolaborasi antar-pemilik bisnis diharapkan mampu mencetak perusahaan yang kokoh menghadapi perubahan zaman.
Editor : Alim Perdana