BANGKALAN, AYOJATIM.COM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 0 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menutup rangkaian pengabdian masyarakat di SLB Negeri Keleyan, Bangkalan, dengan menggelar peringatan Hari Anak Sedunia, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh haru dengan sentuhan budaya Madura melalui penggunaan pakaian adat Marlena oleh guru dan para siswa.
Baca juga: HAN 2025, Anak-anak Kampung Surabaya Suarakan Hak dan Perlindungan Mereka
Penutupan tersebut menjadi penanda berakhirnya masa KKN sekaligus wujud kepedulian mahasiswa terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Seluruh rangkaian acara diikuti mahasiswa KKN, tenaga pendidik, dan siswa SLB Negeri Keleyan.
Nuansa berbeda sudah terasa sejak awal kegiatan. Guru dan siswa tampil kompak mengenakan busana adat Marlena yang identik dengan budaya Madura.
Kehadiran pakaian tradisional itu tidak hanya memperkuat semangat kebersamaan, tetapi juga mengenalkan budaya lokal kepada para peserta.
Acara diawali dengan salam pembuka yang dikemas interaktif untuk membangkitkan semangat anak-anak. Selanjutnya, perwakilan Mahasiswa KKN Kelompok 0 UTM menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah memberikan kesempatan dan dukungan selama pelaksanaan program pengabdian.
Baca juga: Peringati Hari Anak Nasional 2025, KAI Daop 8 Surabaya Gelar Kegiatan Edukatif Bersama Anak-anak
Kepala SLB Negeri Keleyan Bangkalan turut memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa selama menjalankan KKN.
Menurutnya, berbagai kegiatan yang dilaksanakan memberikan dampak positif bagi proses pendampingan dan pengembangan siswa berkebutuhan khusus.
Momen paling berkesan hadir melalui kegiatan Pohon Harapan. Dalam sesi tersebut, para siswa bersama mahasiswa melukis sekaligus menuliskan cita-cita dan harapan mereka pada selembar kertas yang kemudian ditempelkan pada replika pohon.
Baca juga: Pengabdian Masyarakat UTM Melalui Revitalisasi Taman TOGA Cempaka di Desa Tampojung Pregih Pamekasan
Kegiatan itu menjadi simbol semangat dan optimisme anak-anak dalam menatap masa depan. Selain mendorong kreativitas, Pohon Harapan juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan impian mereka.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama dan prosesi perpisahan yang berlangsung penuh kehangatan. Bagi mahasiswa KKN UTM, momen itu menjadi penutup masa pengabdian yang sarat makna, sementara bagi guru dan siswa, kebersamaan yang terjalin selama program berlangsung diharapkan menjadi kenangan sekaligus motivasi untuk terus tumbuh dan berkembang.
Editor : Alim Perdana