Pasca Idul Adha Harga Sapi Siap Potong Terus Melambung

Reporter : Diday Rosadi
Muthowif, MH, Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jawa Timur. foto: dok.ppsds-jatim.

SURABAYA - Pasca lebaran Idul Adha harga sapi siap potong terus melambung. Kondisi ini berdampak terhadap penyesuaian dengan harga daging segar di Surabaya.

Bila sebelum Idul Adha harga daging segar Rp130.000, perkilogram, sekarang mencapai harga Rp140.000, perkilogram. 

Menurut Muthowif Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar Jawa Timur (PPSDS Jatim), dari hasil koordinasi dengan sejumlah pedagang di Jawa Timur didapati fakta harga daging sapi segar terus mengalami kenaikan. 

"Padahal biasanya satu bulan pasca Idul Adha harga selalu turun. Harga daging tergantung dari kualitasnya. Jika kadar airnya tinggi, maka harga daging Rp120.000," kata Muthowif dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).

Ia melanjutkan, di pasar becek (tradisional) harga daging sapi segar sangat bervariatif, mulai dari harga Rp120.000,- Rp130.000. Bahkan ada yang diharga Rp140.000. 

Muthowif menjelaskan, harga tergantung dari kadar airnya, semakin banyak kandungan airnya semakin murah harganya. Begitu pula sebaliknya, jika kadar airnya semakin sedikit, maka harga daging semakin mahal harganya.

"Sedangkan kondisi stok sapi siap potong di Jawa Timur terus mengalami kekurangan, kita bisa melihat dari kondisi di pasar sapi tradisional masing-masing kota dan kabupaten yang ada di Jawa Timur," terangnya.

Muthowif menambahkan, kondisi sapi siap potong di pasar tradisional hewan di masing-masing kota atau kabupaten mengalami penurunan penjualan. Kondisi ini sebagai pertanda kalau di Jawa Timur kekurangan stok sapi siap potong.

Ia mengungkapkan, kedepannya sapi potong akan terus mengalami kekurangan. Terlebih jika tidak ada perencanaan dan pengembangan yang bersifat strategis oleh pemerintah pusat.

"Terus berkurangnya stok sapi siap potong di Jawa Timur, sudah saya prediksi sejak tahun 2012, saat mengadakan mogok se-Jawa Timur. Oleh karena itu, saya berharap pemerintah pusat dan pemerintah provinsi mampu membuat perencanaan yang bersifat strategis dan berkelanjutan," pungkas kader muda NU tersebut.

Editor : Diday Rosadi

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru