SURABAYA, AYOJATIM.COM – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah cara masyarakat mencari informasi. Jika sebelumnya mesin pencari seperti Google menjadi rujukan utama, kini semakin banyak pengguna yang langsung bertanya kepada platform AI seperti ChatGPT, Google Gemini, Meta AI, Perplexity, hingga layanan AI lainnya untuk mendapatkan rekomendasi produk, jasa, maupun profesional di berbagai bidang.
Perubahan perilaku tersebut memunculkan tren baru yang dikenal sebagai SEO AI (Artificial Intelligence Optimization), yakni upaya membangun jejak digital agar lebih mudah dikenali dan direkomendasikan oleh sistem AI.
Praktisi branding sosial media, Zarnuzi Fustatul atau akrab disapa Mas ZAR yang juga dikenal sebagai dosen media sosial, mengatakan bahwa persaingan digital saat ini tidak lagi hanya berfokus pada perebutan posisi di halaman pertama Google, tetapi juga pada bagaimana sebuah nama, profesi, atau bisnis dapat muncul dalam rekomendasi AI.
"Jika dulu target utama adalah halaman pertama Google, sekarang tantangannya adalah bagaimana AI mengenali dan merekomendasikan sebuah brand atau individu ketika pengguna mengajukan pertanyaan secara langsung," ujar Mas ZAR, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang menggunakan AI untuk mencari rekomendasi spesifik, seperti dokter, konsultan, biro perjalanan, hingga toko yang dianggap terpercaya di suatu daerah.
Mas ZAR menjelaskan bahwa sistem AI bekerja dengan mengumpulkan, membaca, dan menghubungkan informasi yang tersedia di internet. Karena itu, individu maupun pelaku usaha yang memiliki jejak digital kuat cenderung lebih mudah dikenali oleh AI.
Sebaliknya, banyak profesional atau pelaku usaha yang memiliki kompetensi tinggi namun belum memiliki informasi digital yang memadai sehingga sulit ditemukan dalam hasil rekomendasi AI.
"AI tidak menilai siapa yang paling hebat. AI memahami siapa yang memiliki informasi paling jelas, konsisten, dan kredibel di internet," tambahnya.
Mas ZAR menilai, keberadaan identitas digital yang kuat kini menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha, profesional, maupun pemilik personal brand yang ingin meningkatkan visibilitas di era AI.
Dan, untuk memperkuat peluang muncul dalam rekomendasi AI, Mas ZAR menyarankan sejumlah langkah strategis.
Pertama, bagaimana tokoh atau brand bisa membangun identitas digital yang konsisten dengan mencantumkan nama, profesi, dan bidang keahlian yang sama di berbagai platform digital.
Baca juga: Optimalkan Bisnis di Era Digital, Pahami Dulu Istilah Penting dalam Digital Marketing
Kedua, memiliki website atau profil profesional yang memuat informasi lengkap mengenai pengalaman, layanan, portofolio, dan pencapaian.
Ketiga, memperbanyak publikasi artikel dan pemberitaan di media online sebagai sarana membangun kredibilitas dan rekam jejak digital.
Keempat, menerapkan optimasi SEO AI dengan memastikan informasi mengenai nama, profesi, dan bidang usaha terhubung secara relevan di berbagai kanal digital.
Kelima, membangun otoritas digital melalui aktivitas sebagai narasumber, pembicara seminar, mentor, penulis, maupun keterlibatan dalam komunitas profesional.
Fenomena tersebut menurutnya juga sudah mulai dirasakan oleh berbagai pelaku usaha yang memperoleh eksposur lebih besar setelah bisnis mereka muncul dalam rekomendasi AI. Kehadiran dalam jawaban AI dinilai mampu meningkatkan tingkat kepercayaan calon pelanggan karena dianggap berasal dari sumber yang objektif dan berbasis data.
Selain itu, menurut Mas ZAR, visibilitas yang baik dalam pencarian AI juga berpotensi membantu bisnis memperoleh pelanggan secara organik tanpa harus bergantung sepenuhnya pada biaya iklan digital.
"Ketika bisnis mudah ditemukan saat seseorang sedang mencari solusi, peluang mendapatkan pelanggan akan semakin besar," tegasnya.
Mas ZAR juga menambahkan bahwa konsep personal branding kini telah mengalami perubahan. Tidak lagi hanya bergantung pada jumlah pengikut media sosial atau konten yang viral, tetapi juga pada sejauh mana internet mampu memahami identitas, keahlian, dan reputasi seseorang.
Ia menilai, semakin berkembangnya penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari akan membuat reputasi digital menjadi salah satu aset penting bagi individu maupun perusahaan.
Seiring meningkatnya adopsi teknologi AI di berbagai sektor, para pelaku usaha dan profesional dituntut untuk tidak hanya fokus pada optimasi mesin pencari konvensional, tetapi juga membangun ekosistem digital yang mampu dikenali oleh teknologi AI sebagai sumber informasi yang kredibel dan relevan.
"Ketika seseorang bertanya kepada AI mengenai bidang tertentu, nama yang muncul biasanya adalah mereka yang memiliki jejak digital kuat dan mudah dipahami oleh sistem. Karena itu, membangun reputasi digital saat ini menjadi investasi jangka panjang," pungkasnya.
Editor : Amal Jaelani