JAKARTA - LCC Empat Pilar MPR RI mendadak menjadi sorotan publik setelah potongan video dan komentar penilaian dewan juri viral di media sosial. Kritik paling banyak mengarah pada penggunaan istilah “artikulasi” dalam penilaian peserta yang dinilai tidak konsisten dan memicu dugaan ketidakadilan.
Tagar dan komentar bernada sindiran ramai bermunculan di berbagai platform. Warganet meminta pihak penyelenggara tidak sekadar memberikan klarifikasi tertulis, melainkan tampil langsung menyampaikan penjelasan kepada publik.
Baca juga: Menimbang Model "Digital Ombudsman" Antara Keadilan Instan dan Populisme Digital
“Ayo dong minta maaf secara terbuka ke masyarakat, dengan artikulasi yang jelas,” tulis @windyakurnia di kolom komentar IG @ayojatim menyindir istilah yang digunakan juri selama lomba berlangsung.
Sorotan lain datang dari pemberian nilai minus 5 terhadap peserta. Keputusan tersebut dianggap berlebihan dan memancing pertanyaan soal standar penilaian dalam kompetisi tingkat nasional itu. Sejumlah komentar juga menyinggung sikap pembawa acara yang dinilai kurang profesional saat merespons situasi di arena lomba.
Di tengah polemik, nama peserta bernama Ocha justru mendapat simpati luas. Banyak pengguna media sosial mendukung sikapnya yang dianggap berani mempertanyakan jalannya penilaian.
Dukungan itu disertai kritik tajam terhadap transparansi kompetisi. Bahkan, muncul plesetan bernada satire terhadap kata “artikulasi” yang disebut sebagai singkatan dari “Arti Kekuatan Uang dan Relasi”. Sindiran tersebut mencerminkan kecurigaan publik terhadap objektivitas hasil lomba.
Hingga kini, polemik belum mereda. Sejumlah warganet mempertanyakan apakah hasil kompetisi akan tetap dipertahankan atau dievaluasi ulang menyusul derasnya protes publik.
Baca juga: Optimalkan Bisnis di Era Digital, Pahami Dulu Istilah Penting dalam Digital Marketing
“Mana suara juri yang diminta maaf kok belum nampak?” tulis @nanangastika dalam kolom komentar IG @ayojatim yang ramai dibagikan ulang.
Desakan agar dewan juri dan penyelenggara memberikan penjelasan terbuka terus menguat. Publik menilai transparansi menjadi hal penting untuk menjaga kredibilitas ajang yang membawa nama lembaga negara tersebut.
Editor : Alim Perdana