Daur Ulang Linen Jadi Souvenir Bernilai, The Alana Surabaya Gandeng Komunitas Disabilitas

Reporter : AM Lukman J
Linen bekas hotel yang sebelumnya tidak terpakai diolah kembali menjadi souvenir ramah lingkungan di The Alana Surabaya. Foto: Marcomm/Ayojatim

SURABAYA - Memperingati Hari Bumi, The Alana Surabaya menggandeng Rumah Anak Prestasi Surabaya menghadirkan program berkelanjutan yang memadukan kepedulian lingkungan dan pemberdayaan sosial.

Linen bekas hotel yang sebelumnya tidak terpakai diolah kembali menjadi souvenir ramah lingkungan oleh penyandang disabilitas.

Baca juga: Hotel 88 Kedungsari Surabaya Luncurkan Executive Family Room with Kids Play, Bidik Wisata Keluarga Saat Liburan Sekolah

Melalui teknik pewarnaan shibori, kain-kain tersebut diubah menjadi pouch bag dengan motif unik.

Setiap produk memiliki corak berbeda, mencerminkan proses kreatif sekaligus nilai tambah dari material yang sebelumnya dianggap limbah.

General Manager The Alana Surabaya, Fabio P. Simorangkir, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengurangi limbah tekstil sekaligus mendorong praktik hospitality yang lebih inklusif.

“Keberlanjutan tidak hanya berbicara soal lingkungan, tetapi juga tentang manusia. Program ini menjadi upaya kami menghadirkan dampak yang lebih luas,” ujarnya, Rabu (22/4/2024).

Baca juga: Menikmati Kemeriahkan Perayaan Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 di Djaman Doeloe Resto FourPoint Pakuwon

Sementara, instruktur Rumah Anak Prestasi Semolowaru, Leo Arief Budiman, menilai kegiatan ini memberi ruang bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan dan kepercayaan diri.

“Ini bukan sekadar membuat produk, tetapi membangun keyakinan bahwa karya mereka memiliki nilai dan layak diapresiasi,” ujar Leo.

Souvenir hasil kolaborasi tersebut rencananya juga akan dibagikan kepada tamu hotel sebagai bagian dari pengalaman menginap.

Baca juga: Unik dan Menarik, Sambut Idul Adha The Alana Surabaya Hadirkan Burger Hitam Berbumbu Kluwek

Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah sekaligus membuka peluang bagi kelompok disabilitas untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi kreatif.

Melalui program ini, kedua pihak berharap dapat mendorong lebih banyak kolaborasi serupa, yang tidak hanya berfokus pada keberlanjutan lingkungan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat secara inklusif.

Editor : Amal Jaelani

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru