SURABAYA - Langkah politik Dr. Lia Istifhama kembali mencuri perhatian publik, bukan karena manuver kekuasaan atau panggung sensasi, melainkan karena ketulusan dalam membagikan potongan perjalanan hidupnya.
Ia mengisahkan sebuah fase ketika kondisi finansialnya berada di titik paling sunyi, saat saldo rekening yang dimiliki benar-benar berada di angka nol.
Kisah inspiratif itu disampaikan dengan nada yang tenang dalam podcast di channel Parle TV, tanpa upaya membangun kesan dramatis.
Justru dari cara bertuturnya yang sederhana dan jujur, publik merasakan kedekatan emosional yang kuat.
Sosok yang selama ini dikenal elegan dan percaya diri tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan yang terlihat hari ini lahir dari proses panjang yang tidak selalu mudah.
Ia menuturkan bahwa fase tersebut menjadi ruang perenungan yang mengajarkannya banyak hal tentang arti cukup, arti sabar, dan arti tetap berdiri meski keadaan tidak memberikan kepastian.
Dalam refleksinya, ia menggambarkan kondisi saldo nol bukan sebagai kegagalan, melainkan sebagai momentum pembentukan mental.
Di tengah keterbatasan, ia belajar mengelola harapan, menata prioritas, dan menjaga martabat tanpa harus mengeluh pada keadaan.
Ia menyampaikan bahwa ketenangan yang dimilikinya hari ini bukan sesuatu yang datang secara tiba-tiba.
Ketenangan itu lahir dari pengalaman menghadapi masa sulit dengan kepala tegak.
“Ketika seseorang pernah berada di posisi paling bawah, ia akan memahami bahwa nilai diri tidak pernah ditentukan oleh angka di rekening. Justru dari situ saya belajar memaknai hidup dengan lebih utuh dan tidak mudah goyah oleh situasi,” ungkapnya dalam pernyataan yang disampaikan dengan bahasa yang tertata dan penuh penekanan makna.
Respons publik terhadap kisah tersebut mengalir deras. Banyak yang menilai keterbukaan itu terasa tulus karena tidak dibungkus dengan narasi pencitraan berlebihan.
Ia tidak menempatkan diri sebagai sosok yang harus dikasihani, melainkan sebagai manusia yang pernah berproses dan berhasil melewati fase tersebut.
Kisah itu juga memperlihatkan sisi lain dari seorang senator yang selama ini identik dengan dunia formal dan kebijakan.
Di balik peran strategisnya, terdapat pengalaman personal yang membuatnya lebih peka terhadap realitas sosial masyarakat.
Menurutnya, pengalaman hidup dalam keterbatasan menjadi fondasi penting dalam melihat persoalan ekonomi rakyat.
Ia memahami bagaimana rasanya berada dalam kondisi harus menghitung setiap langkah dengan sangat hati-hati, dan hal itu membentuk cara pandangnya dalam memperjuangkan kebijakan yang lebih berkeadilan.
Pengakuan tersebut kini menjelma menjadi energi positif bagi banyak orang, khususnya perempuan dan generasi muda yang tengah berjuang membangun masa depan.
Ia menunjukkan bahwa perjalanan menuju posisi penting tidak selalu dimulai dari kenyamanan.
Ketenangan yang ia tampilkan menjadi pesan kuat bahwa keberhasilan sejati bukan hanya tentang capaian, tetapi juga tentang kemampuan melewati masa sulit tanpa kehilangan jati diri.
Dari kisah saldo nol yang diungkap tanpa sensasi, tersirat pelajaran tentang keteguhan, kesederhanaan, dan keberanian untuk jujur pada perjalanan hidup sendiri.
Sebuah narasi yang bukan hanya memantik simpati, tetapi juga menghadirkan harapan bahwa setiap orang memiliki peluang untuk bangkit, sejauh apa pun titik awalnya.
Editor : Diday Rosadi