BELITUNG TIMUR - Sebanyak 80 guru sekolah dasar di wilayah Kabupaten Belitung Timur akan mengikuti Pelatihan Gernas Tastaka Fase 2 mulai Selasa pekan depan.
Sosialisasi persiapan pelatihan dilakukan secara daring Kamis siang (15/1/2026) dengan mengetengahkan antara lain arahan sambutan dari Dr. Drs. Rachmadi Widdiharto, MA Direktur Guru GTK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Feriandi Giyono, Kepala Divisi Belitung Timur PT Timah, Tbk, dan Ahmad Sururi Aziz, Ketua Pengurus Yayasan Penggerak Indonesia Cerdas (Pengincer).
Hampir seluruh peserta adalah para guru yang sudah mengikuti fase 1 Pelatihan Gernas Tastaka pada akhir 2024, yang dilanjutkan dengan pendampingan implementasi selama kurang lebih satu semester semester.
Pada Fase 1 para peserta mempelajari tiga modul dalam tiga hari, yaitu Prinsip-prinsip Dasar Belajar Matematika, Bilangan, dan Geometeri.
Pada Fase 2 kali ini, juga dalam tiga hari, mereka akan melanjutkan pembahasan tentang Pengukuran, Statistika dan Probabilitas, serta Asesmen dalam Pembelajaran Matematika.
Ketua Yayasan Penggerak Indonesia Cerdas (Pengincer), Ahmad Sururi Aziz, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dukungan dari pemerinta dan PT Timah, Tbk., sehingga pelatihan terlaksana.
“Kami tentu saja tidak mungkin mampu sendirian melaksanakan pelatihan Gernas Tastaka,” kata Sururi, yang juga salah satu pendiri Ikatan Guru Indonesia (IGI).
Sururi menegaskan, Pelatihan Gernas Tastakan merupakan sebuah inisiatif untuk mendukung program-program pemerintah, berangkat dari kegelisahan dan keinginan yang sama, agar para guru dapat turut serta menyiapkan gernasi Indonesia Emas pada tahun 2045.
Dia juga mengungkapkan bahwa Gernas Tastaka adalah salah satu mitra pemerintah yang turut membantu penyusunan program Gerakan Numerasi Nasional (GNN) yang dijalankan oleh Direktorat Jenderal GTK.
Sururi berharap pemerintah dan PT Timah, Tbk, akan terus mendukung peningkatan kompetensi guru di Belitung Timur.
Menanggapi sambutan Ketua Pengincer, Feriandi dengan penuh antusias menyatakan siap menjadi bagian dari ikhtiar yang mulia ini.
“Pelatihan Gernas Tastaka adalah sebuah inisiatif yang besar dalam rangka membangun Sumber Daya Manusia yang unggul , melalui peningkatan kompetensi guru,” katanya.
Senada dengan Feriandi, Renni Lestari, S.Pd., Kabid Pembinaan Pendidikan, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur, Drs. Ikhwan Fahrozi, M. Par., mengatakan bahwa Pelatihan Gernas Tastaka Fase 1 yang sudah dijalankan pada tahun 2024 sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi guru.
“Saya berharap hasil pelatihan ini terus berlanjut dan berimbas ke para pendidik lain di wilayah Kabupaten Belitung Timur," ujarnya.
Dalam arahannya, Rachmadi menyatakan bahwa Pelatihan Gernas Tastaka di Belitung Timur adalah inisiatif luar biasa dalam rangka mendukung suksesnya GNN.
Bagaimanapun, katanya, Indonesia masih memiliki banyak “PR” dalam upaya menyiapkan generasi penerus. Dia merujuk pada hasil-hasil asesmen internasional seperti PISA yang diikuti Indonesia dari tahun 2000 sampai 2023, yang masih berada di bawah rata-rata negara OECD.
“Begitu juga hasil asesmen internal, seperti TKA, yang masih sangat rendah,” kata Rachmadi.
Rachmadi menjelaskan bahwa Gernas Tastaka adalah salah satu mitra penting pemerintah dalam apa yang dia namakan “Partisipasi Semesta”.
Bagaimanapun, katanya, pemerintah memiliki keterbatasan untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Numerasi, kata Rachmadi menambahkan, tidak sekadar keterampilan berhitung, tapi juga kemampuan berpikir logis analitis.
Untuk membangun kemapuan itu pada generasi mendatang, butuh tiga domain yang bekerja selaras, yaitu Sekolah, Keluarga, Masyarakat, dan Media.
Karena itu, para guru perlu menyadari dan menyadarkan para murid bahwa matematika adalah bagian dari hidup sehari-hari.
“Sejak bangun tidur, sebetulnya sudah terlibat dengan numerasi, seperti menghitung lama waktu, jarak pergi ke sekolah, dan sebagainya,” kata Rachmadi seraya berharap para guru yang telah mengikuti pelatihan dapat turut serta membangun kecintaan murid pada matematika.
Sementara itu, dalam materi sosialisasi pelatihan, Muhammad Fathii, Sekretaris Yayasan Pengincer menjelaskan bahwa setelah menjalani fase 2 Pelatihan Gernas Tastaka, para peserta akan mendapatkan pendampingan dari para trainer Gernas Tastaka hingga bulan Juni 2026. Termasuk dalam pendampingan itu adalah pengadaan kelas percontohan.
“Namun, saya ingin memberi challenge kepada Bapak Ibu Guru, agar di tahun 2026 ini ada guru yang tampil dalam mengampu kelas percontohan, bukan trainer Gernas Tastaka,” kata Fathii.
Fathii menambahkan bahwa para peserta juga diharapkan untuk melakukan pengimbahasan ke para guru lain. Untuk ini, kata Fathii, Gernas Tastaka akan menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk melakukan pengimbasan, termasuk materi dan alat peraga.
Editor : Diday Rosadi